Pertemuan MbS dan Penginjil AS, Upaya Ubah Citra Intoleran Saudi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mohammed bin Salman, putra mahkota Kerajaan Arab Saudi. Foto: Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mohammed bin Salman, putra mahkota Kerajaan Arab Saudi. Foto: Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) pada Selasa (10/9) menerima delegasi penginjil Amerika Serikat di Jeddah.

Delegasi tersebut dipimpin seorang pendeta keturunan Israel, Joel Rosenberg. Mereka bertemu MbS di salah satu istananya yang berlokasi di sebelah barat Jeddah.

Rosenberg mengatakan, saat bertemu MbS mereka membicarakan sejumlah topik, termasuk upaya mempromosikan toleransi antaragama.

"Saya merasa terhormat bisa kembali ke Kerajaan Arab Saudi untuk kedua kalinya dalam setahun terakhir," papar Rosenberg seperti dikutip dari AFP, Rabu (11/9).

"Kami bertemu Putra Mahkota dan pejabat senior untuk membahas terorisme, perdamaian, kebebasan beragama, dan HAM," sambung dia.

Menurut kantor berita Saudi Press Agency, selain dengan MbS, delegasi penginjil AS juga bertemu Wakil Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman.

Diberitakan kantor berita Prancis AFP, MbS saat ini tengah berupaya mengubah citra Saudi yang dinilai sebagai negara intoleran.

Dalam beberapa tahun terakhir, MbS telah menerima kunjungan sejumlah pemuka agama Nasrani dari berbagai aliran.

Pada April 2018, MbS menerima kunjungan Kardinal Prancis Jean Louis Touran yang merupakan Pemimpin Dewan Vatikan untuk Urusan Dialog Antaragama. Selama hidup Touran, yang wafat pada Juli 2018, dikenal sebagai tokoh penggerak dialog Gereja Katolik dan umat Islam.

Sedangan pada November 2017, MbS kedatangan tamu khusus yaitu Kepala Gereja Maronit Lebanon, Beshara Rai.

AFP memberitakan sejak menjadi Putra Mahkota MbS memproyeksikan agar Saudi ke depannya bisa dikenal luas sebagai negara yang lebih moderat.

Meski demikian, MbS juga dikritik luas atas tindakannya menghadapi kritikan global. MbS dituding memiliki catatan buruk terkait penegakan HAM dan pembungkaman aktivis dan kritikus politik Saudi.