kumparan
25 Apr 2019 21:01 WIB

Pesan Terakhir Sekuriti yang Bunuh Wanita dalam Mobil di Jakpus

Sejumlah barang bukti dari kasus pembunuhan di The Media Hotel dan Towers, Jakarta Pusat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
DHP, sekuriti hotel yang membunuh Indrawati Cipta (45) di parkiran The Media Hotel dan Tower, Jakarta Pusat, Kamis (18/4), membakar diri usai melakukan aksinya tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebelum membakar diri, DHP sempat mengirim pesan kepada istrinya melalui pesan WhatsApp (WA). Hal ini diakui sang istri kepada penyidik Polres Metro Jakarta Pusat sesaat setelah suaminya itu ditemukan dalam kondisi tewas.
“Istrinya yang akhirnya juga menceritakan pada penyidik bahwa Istrinya dikirim WA. Berita melalui WA, di mana yang bersangkutan telah membunuh korban, dan juga berpesan kepada istrinya bahwa yang bersangkutan akan mengakhiri hidup,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian, dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (25/4).
Sejumlah barang bukti dari kasus pembunuhan di The Media Hotel dan Towers, Jakarta Pusat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Selain menyatakan akan mengakhiri hidup, DHP juga berpesan pada sang istri untuk menjaga ibu serta anak mereka. Ia juga meminta agar dimakamkan di sebelah makam ayahnya di Bekasi.
ADVERTISEMENT
“Dari pada kamu malu punya suami pembunuh, lebih baik aku mati saja. Jaga Ibu, jaga anak kita. Makamin aku deket makam papa,” isi pesan DHP sebagaimana tertulis dalam rilis Polres Metro Jakarta Pusat.
DHP diduga melakukan aksi pembunuhan untuk merampas barang-barang milik korban. Alasannya tak lain karena kondisi ekonomi yang terdesak, ia mesti membayar cicilan motor yang baru saja diambilnya.
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian, saat konferensi pers kasus pembunuhan di The Media Hotel dan Towers, Jakarta Pusat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
“Berdasar keterangan istrinya, memang motifnya ekonomi. Yang bersangkutan juga baru membeli motor, untuk keperluan kerjanya. Untuk nyicil kendaraan,” jelas Arie.
DHP menyiram tubuhnya dengan akseleran dan membakar diri di salah satu ruang ganti pos sekuriti, sekitar satu jam setelah ia merampok dan membunuh.
Tubuhnya ditemukan dalam kondisi 100 persen mengalami luka bakar. Karena pelaku tewas, polisi menghentikan penyidikan perkara tersebut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan