Polisi Bantah Ada Mafia Copet di Terminal Pulogadung, Jaktim

Kapolsek Pulogadung Kompol Supandi menegaskan tidak ada mafia copet yang beraksi di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Dugaan adanya mafia copet itu sebelumnya muncul setelah ada tiga sopir ojek online dikeroyok oleh sejumlah pencopet di Terminal Pulogadung, Jakata Timur pada Rabu (6/6) lalu.
"Sejauh ini berdasarkan fakta dilapangan tidak ada. Namun kita telah menerima informasi dari rekan-rekan ojek online dan kita akan selidiki," kata Supandi di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (10/6).
Supandi berjanji akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan itu. Ia juga menegaskan pihaknya akan menangkap para pelaku pengeroyokan yang kini masih buron. "Kami jamin akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku lain yang masih buron," ucap Supandi.
Puluhan driver ojek online mendatangi Terminal Pulogadung untuk mencari para pencopet yang mengeroyok rekan-rekan mereka. Para sopir itu melakukan pencarian terhadap para pelaku pengeroyokan sejak Sabtu (9/6) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka dibantu oleh ormas Forum Betawi Ranpug (FBR).

Ketua Umum Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) Igun Wicsksono menyebutkan, ada 40 pencopet yang mengeroyok driver ojek online. Mereka diduga tergabung dalam jaringan pencopet.
Igun menambahkan, aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh pencopet kepada driver ojek online itu, baru pertama kali terjadi di Terminal Pulogadung. Ia mengecam tindakan itu dan menegaskan pihaknya akan mencari pengeroyok driver ojek online yang masih buron.
"Kemarin kan baru 2 orang yang ditangkap. Berarti masih ada 38 yang berkeliaran, kita ingin cari dan tangkap mereka," ucap Igun.
