Pencarian populer

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tewasnya Bocah di Arena Pacuan Kuda

Proses rekonstruksi petaka pacuan kuda di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang

Polres Lumajang, Jawa Timur, masih mengusut kasus tewasnya Maghda Agil Benzema, bocah 7 tahun yang tewas tertabrak dan terinjak kuda di arena pacuan, Sabtu (9/2). Namun, hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Sampai saat ini kita belum tetapkan tersangka karena memang semuanya harus kita konstruksikan secara lengkap tidak boleh grusah-grusuh. Yang jelas ini proses akan terus berjalan," kata Kapolres Lumajang, Muhammad Arsal Sahban, saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (13/2) malam.

Arsal menjelaskan pihaknya akan segera memanggil dan memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi, khususnya dari pihak keluarga. Rencananya, polisi akan memeriksa ayah korban pada Kamis (14/2).

Proses rekonstruksi petaka pacuan kuda di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang

"Tadi laporan dari orang tuanya baru dilakukan, besok pagi baru akan melakukan pemeriksaan pada bapaknya," jelasnya.

Polisi juga akan menggali keterangan dari nenek korban yang saat kerjadian berada di lokasi dan menemani korban menonton pacuan kuda.

"Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap neneknya secara langsung tapi masih meminta waktu 7 hari karena masih dalam keadaan berkabung," ungkap Arsal.

Selain itu, Arsul mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Timur untuk mendatangkan saksi ahli. Polisi tengah mendalami standar operasional prosedur (SOP) dari pacuan kuda.

"Kita juga telah membuat surat kepada Pordasi wilayah Jatim untuk meminta saksi ahli terkait SOP (pacuan kuda) seharusnya seperti apa," pungkasnya.

Proses rekonstruksi petaka pacuan kuda di Lumajang. Foto: Dok. Polres Lumajang

Maghda Agil Benzema tewas setelah tertabrak dan terinjak kuda yang berlari keluar arena pacuan kuda di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, Jawa Timur, pada 9 Februari lalu. Nyawanya tak tertolong, meski sempat dibawa ke rumah sakit.

Kejadian bermula saat Agil Benzema bersama neneknya sedang menonton dari luar pembatas atau pagar yang terbuat dari bambu. Awalnya lokasi tempat menonton Agil Benzema adalah tempat yang dipakai pemilik kuda. Namun, para pemilik kuda bergeser ke arah lain karena jumlah penonton yang membeludak.

Nahas, saat race kelima, salah satu kuda keluar dari lintasan hingga menabrak pembatas bambu dan menginjak Agil Benzema. Kuda itu baru berhenti saat menabrak tiang tenda penonton.

Pacuan kuda ini adalah perlombaan nasional yang rencananya akan melombakan 9 jenis kategori dengan peserta dari seluruh Jawa Timur.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63