Polisi Periksa 7 Saksi Peretasan Papan SPBU di Medan yang Hina Jokowi

Polisi kejar peretas Papan Totem display LED milik SPBU Pertamina di Jalan Marelam IV, Kota Medan, Sumatera Utara. Papan Totem itu pada Kamis (23/5) running textnya diretas dengan menulis hinaan terhadap Jokowi.
Tak hanya hinaan ke Jokowi, tulisan di running text itu juga menghina Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Peretasan itu viral seantero Kota Medan.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jericho Lavian Chandra mengatakan dari kasus itu, institusinya telah memeriksa 7 orang sebagai saksi. 7 orang yang diperiksa itu adalah manajer hingga petugas di SPBU tersebut.
"Pegawai SPBU, termasuk manajer kita periksa semua dan didalami masing-masing," ujar Jericho kepada kumparan, Sabtu (25/5).
Selain memeriksa saksi, Jericho juga memeriksa jaringan internet di sekitar. Dari pemeriksaan itu, Jericho mengamankan satu buah laptop milik SPBU dan juga router WiFi.
“Kemarin itu baru kita cek ternyata routernya itu, WiFi-nya masih memakai password default. Jadi belum dia ganti. Masih pakai password lama yang pertama sekali dikasih sama vendor," ujar Jericho.
Mencegah terjadinya peretasan lagi, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M. Roby Hervindo, mengatakan akan mematikan seluruh Papan Totem LED di seluruh Kota Medan.
"Untuk sementara ini, dalam meningkatkan keamanan, totem-totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan dinonaktifkan. Kita tingkatkan sekuriti terhadap sistemnya untuk mencegah kejadian serupa," ujar Roby.
