Pencarian populer

Polisi Tangkap Pengemudi Truk Goyang Kapten Oleng di Lumajang

Polres Lumajang tangkap pengemudi ‘truk goyang’. (Foto: Dok. Polres Lumajang)

Kepolisian Lumajang menangkap pengemudi 'truk goyang kapten oleng' di Jalan Raya Wonorejo yang mengarah ke Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan, penangkapan itu merupakan bagian dari razia yang digelar pada Kamis (24/1).

Fenomena truk goyang kapten oleng sendiri memang belakanga viral di media sosial. Aksi berbahaya dilakoni pengemudi dengan membawa truk dalam keadaan zig-zag di jalanan.

“Mereka menganggap ini sebuah lelucon, sehingga menyampingkan keselamatan berkendara diri sendiri maupun orang lain. Saya berharap aksi ‘nyeleneh’ seperti ini adalah yang terakhir yang berada di wilayah hukum Polres Lumajang," ujar Arsal saat menggelar konfrensi pers di Polres Lumajang, Jumat (25/1).

Pengemudi truk yang ditangkap atas aksinya itu bernama Saifudin. Pemuda berusia 19 tahun itu merupakan warga di Desa Kali Glagah, Kecamatan Sumber Baru Kabupaten Jember.

Polres Lumajang tangkap pengemudi ‘truk goyang’. (Foto: Dok. Polres Lumajang)

Dalam keterangannya kepada polisi, Saifudin mengakui bahwa truk yang dikendarainya adalah truk yang vidoenya viral di media sosial. Dia menejalaskan, motif mengendarai truk dengan cara zig zag tersebut murni untuk hiburan semata.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri menuturkan, apa pun alasan yang dilontarkan Saifudini, tidak sepantasnya mengendarai kendaraan besar dengan cara ugal-ugalan. Untuk itu, truk tersebut pun hingga kini ditahan pihah kepolisian.

“Hal ini sangat berbahaya bagi pengguna yang lain. Apalagi jika alasan sang pengemudi mengendarai truk tersebut hanya untuk bersenang senang. Si Saifudin pun ternyata juga tidak memiliki surat izin mengemudi," katanya.

Polres Lumajang tangkap pengemudi ‘truk goyang’. (Foto: Dok. Polres Lumajang)

Atas aksinya itu, Saifudin dijerat Pasal 106 ayat (1) UU Lalu lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Dia diancam dengan hukuman kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35