Prabowo Harus Tegakkan Hukum Islam Agar Didukung Alumni 212

Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggy Sudjana mengungkapkan dukungan pada Prabowo Subianto di Pilpres 2019 akan diberikan, asal Prabowo komitmen dengan syarat yang diajukan.
Mantan lawyer Prabowo di Pilpres 2014 ini menegaskan syarat dukungan persaudaraan alumni 212 di Pilpres 2019 adalah komitmen untuk menegakkan hukum Islam.
"Prabowo ataupun siapapun mau enggak komitmen tegakkan hukum Allah. Kalau mau kita dukung dia daripada yang lain enggak kenal. Enggak punya modal. Dia punya partai segala macam. Tapi persoalannya dia mau enggak menegakan hukum Allah," ujar Eggi di hotel Horison Bekasi, seusai acara Mudzakarah Kebangsaan, Selasa (27/3)
Eggi mengatakan kalau Prabowo beriman dengan Islam seharusnya tidak ada keraguan untuk menjalankan komitmen tersebut.
"Mestinya mau kan dia orang beriman. Kalau dia tidak mau saya tanda tanya," imbuh dia.

Eggi menegaskan, persaudaraan alumni 212, tegas dengan seruan tidak mendukung partai pendukung Ahok dalam insiden Al-Maidah 51. Ia menilai keputusan tersebut sah dalam demokrasi.
"Imbauan Koalisi permanen dari Pilkada sampai Pilpres enggak boleh dukung partai penista agama atau yang mendukung Jokowi. Kok orang boleh dukung Jokowi kita enggak boleh enggak dukung. Demokrasi kan dua pilihan. Satu dukung satu enggak semua nya konstitusional," jelas Eggi.
"Yang enggak boleh itu menghina saling menjatuhkan," lanjut dia.
Eggi membocorkan pada bulan ramadhan tahun ini, ulama akan berkumpul untuk menyamakan persepsi untuk menegakkan hukum Islam, Indonesia bersyariah.
"Akan ada kongres umat Islam pertemuan muzakaroh ulama 10 ribu-an. Sekitar bulan ramadhan. Sehingga pada akhirnya ada kesamaan. Tegaknya hukum Allah Indonesia bertakwa Indonesia bersyariah," beber dia.
