kumparan
14 Jan 2019 20:08 WIB

Prabowo: Pertamina dan Garuda Indonesia Bisa Dibilang Bangkrut

Prabowo Subianto saat di JCC, Senayan, Jakarta, pada Senin (14/1/2019). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyinggung soal rontoknya sejumlah BUMN saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Prabowo juga menyebut bahwa pemerintah saat ini terus menambah utang untuk mengurangi utang.
ADVERTISEMENT
"Negara yang terus menambah utang untuk mengurangi utang. Banyak negara minjam uang tapi utang untuk produksi, kalau satu dolar di Republik Rakyat China 10 tahun mereka pinjam jadi 14 dolar. Di Vietnam 1 dolar dipinjam 10 tahun jadi 14 dolar. Di Indonesia 1 dolar, setelah 10 tahun jadi 3 atau 4 dolar," ujar Prabowo di lokasi, Senin (14/1).
Prabowo juga menyesalkan bahwa pemerintah saat ini berutang untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS). Di saat yang bersamaan, pemerintah saat ini juga membiarkan BUMN-BUMN bangkrut.
Suasana jelang pidato kebangsaan Prabowo Subianto di JCC, Senayan, Jakarta. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
"Apakah negara ini yang kita inginkan? Negara yang utang untuk bayar pegawai negerinya. Negara yang biarkan BUMN-BUMN yang kita banggakan, Pertamina, Garuda Indonesia, pembawa bendera Indonesia yang lahir dalam perang kemerdekaan kita, sekarang dalam keadaan yang kalau bisa dibilang bangkrut," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Prabowo menyebut Pertamina saat ini, sebagai perusahaan yang menopang pembangunan Indonesia selama bertahun-tahun justru dalam kondisi yang memprihatikan. Oleh sebab itu, jika ia terpilih, ia akan membawa perubahan yang membawa BUMN Indonesia menjadi lebih baik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan