Prabowo Tutup Pidato Kebangsaan dengan 3 Kali Takbir dan Merdeka

Calon presiden 01 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Hotel PO, Semarang. Prabowo menutup pidato bertema "Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan dan Air" itu dengan meneriakkan takbir dan merdeka.
"Sebagai muslim izinkan saya mengumandangkan takbir. Allahu akbar..!! Allahu akbar..!! Allahu akbar..!! Merdeka..!! Merdeka..!! Merdeka..!! Terima kasih, selamat berjuang," ucap Prabowo dalam pidato di Semarang, Jumat (15/2).
Dalam pidatonya, Prabowo mengibaratkan negara sebagai tubuh manusia, jika ada yang sakit maka dirasakan semua. Pemerintah, kata Prabowo, harus berani introspeksi atas kondisi tubuh negara.
"Harus berani melihat realita kalau ada masalah, ada kekurangan, kalau ada penyakit, harus berani mengatakan ini masalahnya, ini kekurangannya," ucap Ketua Umum Gerindra itu.
Di antara yang harus dievalusi adalah pengelolaan negara yang kekayaan alamnya tak dinikmati oleh rakyat, dan banyak di luar. Terutama soal pajak yang dikejar Presiden Jokowi lewat tax amnesty.
"Menkeu mengakui ada uang WNI di luar kalau enggak salah Rp 11.400 triliun," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengenalkan para pakar ekonomi yang hadir di belakangnya, di antaranya Burhanudin Abdullah, Drajad Wibowo, Ichsanudin Noorsy, Alex Yahya, dan lainnya.
"Pakar-pakar ini yang meyakinkan saya Indonesia mampu, bisa berdiri di atas kaki kita," tuturnya.
"Saya terinspirasi Bung Tomo waktu hadapi ancaman asing, mereka ingin menggempur Kota Surabaya. Beliau jawab 'lebih baik hancur daripada dijajah kembali," pungkasnya.
