Profil Irjen Murad Ismail, Kepala Korps Brimob Polri

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kakor Brimob Polri Irjen Murad Ismail (Foto: Wahyu Putro A/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Kakor Brimob Polri Irjen Murad Ismail (Foto: Wahyu Putro A/Antara)

Irjen Pol Murad Ismail, merupakan orang nomor satu di jajaran Brimob Polri. Sejak tahun 2015 yang lalu, Irjen Murad mengemban tugas sebagai Kepala Korps Brimob Polri, hingga saat ini.

Pria kelahiran Waihaong, Nusaniwe, Ambon, Maluku, 11 September 1961 ini, merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Murad menempuh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA di kota kelahirannya, Ambon. Begitu lulus SMA pada tahun 1981, Murad melanjutkan pendidikan di Akpol di tahun yang sama.

Lulus dari Akpol di tahun 1985, Murad pertama kali bertugas sebagai Komandan Peleton (Danton) KIE 5153 Polda Sulawesi Tengah, hingga di tahun 1988, menjabat sebagai Kasubden Hartib Prov Polda Sulteng, dan menjadi Kasat Sabhara Polda Sulteng di tahun 1990.

Dari sana, karirnya terus moncer. Pada tahun 1992, Murad ditugaskan menjadi Murad menjadi Kapuskodal Ops Polresta Gorontalo, hingga tahun 1994. Setelah itu dirinya mulai berkecimpung di Brimob, setelah ditugaskan menjadi Danki Brimob 5154 Polda Maluku tahun 1994, dan menjadi Wadan Satgas Brimob Operasi Tatoli, Timor Timur di tahun 1996.

Dari Timor Timur, tahun 1998 Murad berkarir sebagai Danden B Resimen II Gegana Polri hingga tahun 2005. Setelah itu dia bertugas di Baintelkam Polri. Tahun 2006, dia dipromosikan sebagai Kasat Brimob Polda Sumatera Utara, dan di tahun 2008, dipromosikan sebagai Kasat Brimob Polda Metro Jaya.

instagram embed

Dari Polda Metro, tahun 2010 Murad menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya KorBrimob Polri. Di tahun 2012, Murad menjabat sebagai Kabag Jiantekpol Bid PPITK STIK Lemdikpol, hingga pada tahun 2013, Murad dipromosikan menjadi Wakapolda Maluku. Tidak sampai setahun, tepatnya pada 14 Desember 2013, Murad dilantik menjadi Kapolda Maluku dan pangkatnya menjadi Brigjen. Setelah sukses di Maluku, Murad akhirnya dilantik sebagai Kakor Brimob Polri dan pangkatnya naik menjadi Irjen Pol, hingga saat ini.

Selama mengabdi di kepolisian, sejumlah penghargaan dan tanda jasa pun pernah diraih bapak 4 anak tersebut. Diantaranya Tanda Jasa SL Kesetiaan 8 tahun, Tanda Jasa SL Kesetiaan 16 tahun, Tanda Jasa SL Kesetiaan 24 tahun. Tanda Jasa SL Darmanusa, Tanda Jasa SL Seroja, Tanda Jasa SL Dwidja Sistha, Tanda Jasa Bintang Nararya, Tanda Jasa Bintang Karya Pratama, dan Tanda Jasa Nararya Pratama.

Kakor Brimob Irjen Murad pegang senjata (Foto: Wahyu Putro A/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Kakor Brimob Irjen Murad pegang senjata (Foto: Wahyu Putro A/Antara)

Setelah berkarir selama puluhan tahun di Polri, tahun ini Murad dilirik Partai NasDem, yang mengusungnya pada Pilgub Maluku 2018 mendatang. Keputusan itu diambil setelah Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang didampingi oleh Tim Tujuh Bapilu NasDem bertemu Murad Ismail di kantor DPP NasDem, pada 28 September lalu.

Saat ini, Murad sedang digoyang isu terkait pembelian senjata. Mulanya tersiar informasi sejumlah pucuk senjata dan amunisi milik Polri yang diimpor, tertahan di penyimpanan kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (29/9) malam. Senjata berjenis Stand-Alone Grenade Launcher (SAGL) tiba dengan pesawat sewaan Antonov An-12 TB dengan maskapai Ukraine Air Alliance UKL 4024.

Irjen Murad Ismail (Foto: ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Murad Ismail (Foto: ANTARA)

Senjata yang dibeli merupakan jenis pelontar granat yang diimpor dari Bulgaria. Jumlahnya diperkirakan mencapai 280 pucuk. Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail memberi keterangan bahwa senjata tersebut diperuntukkan bagi kesatuan Brimob.

Tujuannya, kata dia, bukan untuk membunuh. Sebab, jenis itu tidak bisa diisi dengan amunisi yang mematikan. Melainkan hanya amunisi berupa peluru karet, peluru hampa, peluru gas air mata, dan peluru asap --yang ia sebut hanya akan memberikan efek kejut.