kumparan
8 Des 2017 9:24 WIB

Protes Berdarah di Tepi Barat, Roket Ditembakkan dari Gaza ke Israel

Kerusuhan di Tepi Barat. (Foto: REUTERS/Mohamad Torokman)
Kondisi Palestina mencekam usai Presiden Donald Trump menyatakan Yerusalem adalah ibu kota Israel. Demonstrasi pecah di Tepi Barat, sementara di Gaza roket ditembakkan ke arah Israel yang langsung menuai balasan.
ADVERTISEMENT
Diberitakan CNN, puluhan warga Tepi Barat terluka setelah polisi Israel melakukan tindakan keras dalam membubarkan demonstran pada Kamis (8/12). Aksi ini tersebar di banyak wilayah Tepi Barat, sebuah protes besar menentang keputusan Trump yang mengakui Yerusalem ibu kota Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota itu.
Palang Merah Internasional mengatakan ada 49 warga Palestina terluka dalam protes itu. Tentara Israel menembak mereka dengan peluru karet, gas air mata, dan meriam air, dalam menghadapi demonstran di Yerusalem, Bethlehem, dan Ramallah.
Kerusuhan di Tepi Barat. (Foto: REUTERS/Mohamad Torokman)
Sebelumnya militer Israel telah menambah ratusan pasukan tambahan di Tepi Barat, bersiap untuk protes yang lebih besar. Menurut juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld, protes yang terjadi pada Kamis masih terbilang kecil dan bisa mereka tangani.
ADVERTISEMENT
"Kami telah menghadapi protes yang lebih besar, dalam hal jumlah, skala, ukuran, dan keseriusan insiden," ujar Rosenfeld.
Aksi serupa juga terjadi Jalur Gaza, wilayah Palestina yang diblokade Israel. Dua roket ditembakkan ke arah Israel dari Gaza, namun masih jatuh di wilayah Palestina.
Roket ketiga yang ditembakkan dari Gaza berhasil masuk ke Israel dan jatuh di tanah lapang, tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu.
Kerusuhan di Tepi Barat. (Foto: REUTERS/Mohamad Torokman)
Sirine merauh dari beberapa titik di Israel usai tembakan roket tersebut. Israel langsung melancarkan serangan balasan dengan jet tempur dan tembakan dari tank. Dua pos militan Gaza hancur, namun tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu.
Dikutip dari Reuters, Israel menuding Hamas yang bertanggung jawab dalam serangan roket ke wilayah mereka. Namun kelompok militan Islam Brigade Tauhid yang mengklaim telah melakukan serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
Setelah Trump mengumumkan rencana pemindahan Kedubes ke Yerusalem, Hamas telah menyerukan seluruh anggotanya untuk bersiap. Hamas mengancam akan menggelar Intifada Jilid Tiga.
Kerusuhan di Tepi Barat. (Foto: REUTERS/Mohamad Torokman)
Intifada telah terjadi dua kali di Palestina dan merenggut banyak nyawa. Pada 1987 pecah Intifada pertama. Lebih dari 1.900 warga Palestina tewas ditembus peluru tentara Israel saat itu.
Pada tahun 2000 terjadi Intifada Jilid Dua yang berlangsung selama empat tahun. Lebih dari 3.100 warga Palestina tewas dalam peristiwa itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan