PRT Disiram Air Mendidih oleh Majikan karena Tak Bisa Temukan Gunting

Perempuan berinisial DMW menyiram asisten rumah tangganya dengan air mendidih. Pemicunya, ART bernama Eka Febriyanti (21) tak bisa menemukan gunting yang sedang dicari. Akibatnya, 50 persen tubuh Eka melepuh.
Sambil menitikkan air mata, Eka, yang bertugas memasak di rumah majikannya itu menceritakan insiden yang dialaminya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/5), di rumah majikannya di Kabupaten Gianyar, Bali.
Berawl saat DMW meminta Eka mencarikan gunting besi. Bila tidak menemukan, Eka dipaksa untuk membayar. Eka berupaya mencari gunting itu ke seluruh sudut rumah. Bahkan, dia mencari sampai gudang penyimpanan.
Eka gagal menemukan gunting itu. Dia juga tak mampu membayar. Lalu, sang majikan pun mengancam akan menyiram dengan air panas bila Eka tak mampu menemukan atau membayar gunting tersebut.
Karena takut, Eka menerima sanksi yang dilayangkan majikannya itu.
"Setelah dikasih kesempatan mencari dan sanksinya itu disiram air panas. Saya sudah berusaha sekuat tenaga. Ternyata gunting tidak ketemu," kata Eka terbata-bata di Polda Bali, Denpasar, Rabu (15/5).
Sang majikan juga meminta adik tiri Eka, yang berinisial SA, yang bekerja sebagai baby sitter dan satpam majikan berinisial ER ikut menumpahkan air mendidih itu kepada Eka. Mirisnya, Eka disiram air panas sebanyak dua panci. Bahkan, air panas itu diteteskan sedikit demi sedikit melalui kepalanya dengan sebuah gelas.
"Disiram pakai panci besar tuh. Dua kali, air penuh dari kepala ditetesin," tutur dia.
Setelah penyiksaan itu dialami Eka, rupanya sang majikan belum puas. Eka kembali disuruh mencari kembali gunting besi tersebut. Bila tak ketemu, siraman air panas akan kembali menyentuh tubuh mungil Eka. Tapi, Eka tidak tahu alasan sang majikan terobsesi dengan gunting itu.
"Gunting itu dipakai gunting besi. Kawat besi biasa. (Untuk apa?) disuruh cari, saya yang disuruh saya berusaha cari di gudang, ke semua tempat tapi tidak ketemu," ujar Eka sambil menghapus air matanya.
Dengan penuh luka, Eka pun kembali mencari gunting itu. Namun, hingga tengah malam dia tak berhasil menemukan gunting itu. Takut disiram untuk kedua kalinya, Eka pun melarikan diri dari rumah majikannya. Dengan penuh luka ia menuju rumah seorang temannya di Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Kini, ia tengah melaporkan peristiwa nahas ini kepada pihak polisi. Ia melapor ditemani seorang pengacaranya bernama Supriyono.
