PVMBG: Palu dan Donggala Masuk dalam Zona Merah Rawan Gempa Tinggi

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). (Foto: ANTARA FOTO/BNPB/pras)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). (Foto: ANTARA FOTO/BNPB/pras)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, masuk dalam wilayah zona merah atau rawan gempa bumi tinggi.

"Di peta rawan bencana gempa bumi (Palu dan Donggala) termasuk dalam zona merah. Zona merah artinya rawan bencana gempa bumi tinggi," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Sri Hidayati, di kantornya di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/9).

Sri mengatakan, potensi intensitas guncangan akibat gempa di wilayah tersebut dapat mencapai lebih dari skala VIII modified mercalli intensity (MMI). Artinya gempa mengakibatkan lebih dari kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Ilustrasi Gempa Donggala, Sulteng (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa Donggala, Sulteng (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)

Menurut Sri, gempa 7,4 magnitudo yang mengguncang Palu dan Donggala dipicu oleh aktivitas patahan Palu Koro. Patahan ini memanjang dari sebelah barat Donggala sampai Teluk Palu "Patahan Palu Koro itu juga memang patahan aktif," katanya.

Ia berharap, gempa yang terjadi di Donggala tak seperti di Lombok, karena diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan cukup besar. Meski begitu, ia meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

"Kita hidup di Indonesia sadar pada posisi tektonik setting. Ada tiga lempeng aktif dunia, Indonesia harus siap itu. Kita tidak tahu kapan gempa dan tsunami, kita sendiri yang harus siap," katanya.

Korban tsunami di sekitar Pantai Talise Donggala. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Korban tsunami di sekitar Pantai Talise Donggala. (Foto: Dok. Istimewa)

PVMBG juga telah mengirimkan tim untuk pemetaan geologi pasca terjadinya gempa. Mereka akan mengumpulkan berbagai informasi termasuk memetakan kerusakan.

"Berdasarkan informasi terakhir dari BMKG kan besar di atas 7,4 Magnitude. Artinya akan banyak kerusakan. Mungkin ada retakan (tanah) tim akan petakan," kata dia.

Selain itu, mereka juga akan memetakan besaran tsunami yang menerjang Kota Palu. PVMBG memerlukan data untuk mengetahui luapan air laut.

"Akan memetakan sampai sejauh mana tsunami melimpas (meluap) ke darat. Akan jadi remodeling dari peta (tsunami) yang pernah kami buat sebelumnya," katanya.

video youtube embed