Pencarian populer

PVMBG Turunkan Status Gunung Anak Krakatau ke Level Waspada

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (19/7). Foto: AFP PHOTO / FERDI AWED

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Kementerian ESDM menurunkan status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dari Level 3 atau Siaga menjadi Level 2 atau Waspada. Penurunan ini dilakukan setelah dilakukan analisis yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan hasil evaluasi kita, hasil pengamatan, analisis visual maupun instrumen, hingga tanggal 25 Maret tadi pukul 06.00 WIB, aktivitas Gunung Anak Krakatau akan diturunkan dari level 3 menjadi level 2 terhitung tanggal hari ini, 25 Maret pukul 12.00 WIB," ujar Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/3).

Meski demikian, Rudy menyebut, potensi terjadinya erupsi masih akan ada. Menurut Rudy, potensi erupsi hanya berupa letusan abu maupun uap.

"Potensi erupsi masih ada, namun dengan intensitas yang kecil dibandingkan dengan yang terjadi periode akhir Desember 2018 kemarin," ucapnya.

Kondisi Gunung Anak Krakatau, Minggu (13/1). Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan menjauhi daerah dengan radius 2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

"Dan asap erupsi yang membahayakan hanya tersebar sekitar radius 2 kilometer dari kawah. Jadi sekali lagi, radius 2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau," terangnya.

"Rekomendasi aktivitas level 2 atau waspada ini adalah agar masyarakat dan pengunjung tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Gunung Krakatau," imbuhnya.

Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Foto: ANTARA/Nurul Hidayat

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan sejak awal 2018. Hal ini kemudian membuat status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level 3 atau Siaga dengan zona aman berada di luar radius 5 kilometer dari kawah.

Puncaknya pada Desember 2018 lalu, Gunung Anak Krakatau meletus secara dahsyat yang menghancurkan sebagian tubuhnya dan menyebabkan tsunami di Selat Sunda.

Terakhir, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Senin (18/2), tepatnya pukul 14.02 WIB, dengan tinggi kolom abu lebih kurang 500 meter di atas puncak atau sekitar 610 meter di atas permukaan laut.

Infografik “Siklus Gawat Krakatau”. Foto: Basith Subastian
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23