Pencarian populer

Ragam Model Sunat Unik: Bunga Mawar, Torpedo, hingga Jengger Ayam

Video

Pernah melihat iklan-iklan sunat di spanduk atau internet? Jika pernah, tentunya tidak asing dengan penawaran sunat dengan berbagai macam model yang terdengar unik atau lucu.

Sebut saja kembang, jengger ayam, bahkan hingga kuncir kuda! Bingung atau malah tertawa mendengarnya? Pertanyaan pun terlintas, sebenarnya bisakah sunat dibentuk-bentuk seperti yang tertera di iklan-iklan tersebut?

Saat berbincang santai dengan kumparan (kumparan.com), Kamis (12/4), dr. Purnanto, dari Klinik Raja Sunatan, Jakarta Selatan, mengatakan praktik sunat dengan model-model tersebut memang ada.

“Oh itu ya, (seperti) model bunga matahari gitu ya haha. Ada sih, cuma sebenarnya kurang bagus. Tapi orang penginnya begitu. Jadi dilipat-lipat. Cuma efeknya ke jadi penyembuhannya, lebih lama biasanya,” kata dr. Purnanto.

Ilustrasi operasi (Foto: Pixabay)

Menurut Purnanto, yang dimaksud model adalah bentuk jahitan dan lipatan saat penis akan disunat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepuasan.

“Jahitan sama lipatannya, bentuknya. Jadi kadang-kadang enggak usah dipotong, cukup dilipat aja. Digunting, dilipat, terus dijahit. Jadi seperti gelombang-gelombang. Ya itu (untuk) kepuasan saja,” tutur Purnanto.

Meski begitu, penggunaan model-model dalam sunat tidak disarankan dari segi medis. Hal itu yang selalu Purnanto terangkan ketika hendak menangani pasien sunat.

“Saya terangkan itu dari segi medis kurang bagus. Untuk penyembuhan jadi lebih lama. Biasanya yang belum tahu mereka tanya aja, setelah dijelaskan (jadi) khawatir juga,” imbuh Purnanto.

Purnanto menambahkan, ia malah menangani pasien yang sudah kadung melakukan sunat dengan model-model tertentu. Tak sedikit menurutnya, pasien yang ingin memperbaiki karena kecewa dengan hasil sunat dengan model tertentu. Mereka kecewa dengan sunat model yang justru tidak memuaskan, melakukan sunat revisi di klinik Purnanto.

“Kebanyakan saya justru menerima pasien yang melakukan itu di tempat lain, malah jadi tidak bagus, akhirnya direvisi. Kebanyakan memang malah direvisi, kok malah ganggu malah jadi enggak enak,” jelas Purnanto.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.34