Rapat Pansus Wagub DKI Ditunda Hanya karena Laptop Cuma Satu

Panitia Khusus (Pansus) pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta berencana menggelar rapat mengenai finalisasi mekanisme pemilihan. Anggota Pansus, Abdul Ghoni, mengatakan sebenarnya segala proses pembahasan sudah selesai.
“Rapat finalisasi tatib. Ya sudah selesai. Tanggal 22 harus dilaksanakan paripurna. Ini hanya tinggal menyempurnakan tatib yang sudah dibahas dikonsultasikan Dagri,” kata Ghoni di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa, (9/7).
“Atau ada yang perlu direvisi, supaya ini lebih sempurna tatib ini dan menghasilkan satu agenda yang sangat baik khususnya pemilihan Wagub,” tambahnya.
Rapat yang semula diagendakan pukul 10.00 WIB baru dimulai pukul 11.00 WIB. Baru beberapa menit berjalan, rapat harus ditunda hanya karena tidak adanya laptop. Wakil Ketua Pansus Bestari Barus langsung berteriak menanyakan laptop yang berisi bahan-bahan terkait pemilihan.
“Sekwan dimana nih, masak begini nih. Laptop cuma 1. Masak rapat (laptop) cuma satu, kita mau panggil Sekwan,” ujar Bestari.
Melihat permasalahan tersebut, Ketua Pansus Muhammad Sangaji atau yang bisa dipanggil Ongen langsung menunda rapat. Sebab, ia mengaku tidak bisa membahas tata tertib kalau tidak ada laptop.
“Rapat Pansus Wagub saya tutup karena Sekwan tidak menyiapkan alat peraga secara baik. Sehingga rapat Pansus tidak bisa dilaksanakan. Sekalian kita panggil secara khusus. Saya skors sampai pukul 13.00 WIB,” ujar Ongen sambil ketok palu sekitar pukul 11.15 WIB.
