Rektor UNY Ingin Gelar Konser Gratis Untuk Mahasiswa Ber-IPK Bagus

Nama Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa, menjadi buah bibir di media sosial. Sutrisna mengunggah postingan direct message mahasiswinya yang menyarankan mengundang sejumlah musikus papan atas seperti Tulus, RAN, HiVi!, Maliq & D'Essentials, Raisa atau Sheila on 7 di acara Dies Natalis UNY ke-55.
Sutrisna menjawab pertanyaan mahasiswinya itu dengan unik. Dia meminta agar mahasiswanya itu membantu mencarikan sponsor agar di acara ulang tahun universitas, bisa mengundang segudang musikus beken. Tak hanya itu, Sutrisna juga membolehkan seluruh mahasiswanya menonton gratis dengan syarat nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Syarat yang diberikan yaitu, mahasiwa dengan IPK 4 akan mendapat tiket VIP, berikutnya IPK 3,8 mendapatkan tiket platinum, IPK 3,6 mendapat gold, IPK 3,4 mendapat tiket silver, dan IPK 3,2 mendapat tiket festival. Nasib kurang beruntung diterima oleh mahasiswa dengan IPK 3,2 ke bawah lantaran hanya diperbolehkan menonton dari luar gedung menggunakan layar tancep.
Lebih nahas lagi nasib mahasiswa IPK 3 ke bawah hanya boleh menonton dari kamar indekos melalui layanan streaming. Tangkapan layar percakapan di pesan Instagram tersebut lantas dibagikan Sutrisna dalam postingan Instagramnya. Hingga Rabu (27/3) ada lebih dari 10 ribu akun yang menyukai unggahannya itu.
Ditemui di kampusnya, Sutrisna mengatakan bahwa yang terjadi saat itu merupakan komunikasi biasa antara dia dan mahasiswinya. Di zaman sekarang, kata dia, cara membangun kedekatan dengan mahasiswa salah satunya adalah lewat media sosial.
“Itu kan gaya saya berkomunikasi saja. Santai gitu. Dan dengan mahasiswa era milenial harus lekat dengan medsos. Gaya medsos itu bukan gaya yang serius. Gaya-gaya bercanda tapi mengena. Kira-kira begitulah,” kata dia, Rabu (27/3).
Terkait dengan saran dari mahasiswa itu, Sutrisna mengaku akan mempertimbangkannya. Termasuk pula soal tiket masuk untuk mahasiswa berdasarkan nilai IPK. Sutrisna mengaku saat menuliskan itu, dia hanya bercanda.
“Saya nggak tahu untuk jadi beneran. Ya insyaallah kita pikirkan karena tanggapan mahasiswa luar bisa. Masukan dipertimbangkan termasuk tiket juga dipertimbangkan,” katanya.
Dia mengaku bukan kali ini saja dia menanggapi saran dari mahasiswa via media sosial. Sutrisna mengatakan dengan lewat medsos, dia yakin mahasiswanya lebih nyaman untuk mengutarakan pendapat.
“Kalau Anda ikuti medsos saya, kan banyak hal yang sering saya komunikasikan terus ditanggapi. Dan itu kita cara berkomunikasi tidak lewat formal tidak harus menghadap, bisa WA (WhatsApp) dan medsos. Dan medsos itu lebih bebas mahasiswa menanggapi seenaknya ya nggak,” kata dia.
Sutrisna berharap acara Dies Natalis UNY bisa menghadirkan musikus papan atas. Dia terinspirasi konser Kahitna yang digelar oleh salah satu bank pemerintah di Gor UNY beberapa waktu lalu. Dari situ, Sutrisna menilai sangatlah keren jika kampusnya bisa memanggil band-band papan atas untuk mengisi acara Dies Natalis.
“Memang kita konsernya belum ada terakhir saya terinspirasi konser Kahitna. Mungkin mahasiswa juga begitu dengan konsep yang sukses saya terpikir juga, bagus juga bersama-sama dengan mahasiswa,” katanya.
Acara Dies Natalis UNY sedianya digelar pada 2 Mei 2019. Untuk saat ini, kata Sutrisna, konsep acaranya baru diisi dengan senam bersama, pertunjukan wayang oleh dalang cilik, hingga jatilan atau Jaran Kepang yag merupakan tarian paling tua di Jawa.
