kumparan
1 Sep 2018 11:33 WIB

Relawan Gempa Lombok dari Yogyakarta Meninggal Dunia

Muhammad Rukman (kanan) saat menjadi relawan di Lombok. (Foto: Dok. Mapala UNISI)
Kabar duka datang dari tim relawan gempa Lombok dari Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Relawan bernama Muhammad Rukman (54), meninggal dunia sesaat setelah meresmikan masjid di Boyotan Baru, Kayangan, Lombok Utara, Jumat (31/8).
ADVERTISEMENT
Rekan almarhum, Prasetyo Wibisono alias Jois, mengatakan temannya yang akrab disapa Boni ini sempat berpidato saat bangunan masjid tersebut resmi dioperasikan. Dalam pidatonya, Boni mengutarakan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan masjid itu.
"Almarhum meninggal dunia pada pada pukul 20.30 WITA atau 19.30 WIB. Masjid tersebut merupakan masjid pertama yang dibangun paska gempa di daerah tersebut," ujar Prasetyo Wibisono atau Jois usai menyalatkan jenazah di Masjid Magister UII Posko Mapala UNISI, Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta, Sabtu (1/9).
Muhammad Rukman saat menjadi relawan di Lombok. (Foto: Dok. Mapala UNISI)
Saat Boni jatuh setelah berpidato, sejumlah rekan relawannya sempat melarikan Boni ke Posko Kesehatan yang tak jauh dari lokasi. Petugas medis pun sempat memberikan pertolongan pertama, nyawa Boni tidak tertolong.
ADVERTISEMENT
"Penyebabhya karena kecapekan dan diduga juga serangan jantung," jelas Jois.
Boni telah bergabung di Mapala UNISI sejak sekitar tahun 1980-an. Ia pernah menjadi relawan di sejumlah lokasi bencana seperti tsunami di Aceh, gempa Padang, gempa Bantul, erupsi Gunung Kelud, hingga erupsi Merapi.
Muhammad Rukman bersama Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. (Foto: Dok. Mapala UNISI)
Saat menjadi relawan di Lombok ini, Boni sudah berkontribusi langsung di lokasi sejak 6 Agustus lalu. Bersama rekan-rekannya, ia juga telah membuat sanitasi air untuk memasok air bersih bagi korban gempa di Lombok Utara.
"Selain menyalurkan air ke 16 dusun, kami juga melakukan evakuasi pencarian jenazah, evakuasi rumah rusak, distribusi bantuan, trauma healing, pembuatan sekolah darurat, dapur umum, hingga mendirikan masjid," papar Jois.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan