Revitalisasi Trotoar Cikini: Setuju Diperindah, Tapi Jangan Dilebarkan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menyelesaikan penataan trotoar di Jalan Cikini, Jakarta Pusat,Jumat (14/6). Foto: Efira Tamara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyelesaikan penataan trotoar di Jalan Cikini, Jakarta Pusat,Jumat (14/6). Foto: Efira Tamara/kumparan

Revitalisasi trotoar di kawasan Cikini dan Kramat Raya, Jakarta Pusat, tengah dilakukan Pemprov DKI. Rencananya, trotoar di sekitar kawasan itu akan diperlebar dan diperindah seperti layaknya trotoar di daerah Thamrin, Jakarta Pusat.

Untuk proyek ini, Pemprov DKI menggelontorkan dana sebanyak Rp 75 miliar. Adapun trotoar yang akan direvitalisasi di sekitar Cikini dan Kramat Raya sepanjang 10 kilometer.

kumparan mencoba menelusuri trotoar dari pintu keluar Stasiun Cikini hingga Cikini Raya di depan Polsek Menteng. Dari hasil penelusuran, trotoar di sepanjang Cikini Raya memang cukup sempit dan tidak rapi.

Pekerja menyelesaikan penataan trotoar di Jalan Cikini, Jakarta Pusat,Jumat (14/6). Foto: Efira Tamara/kumparan

Di sepanjang jalan, ditemukan beberapa jalan pecah dan tak rata. Hal ini tentu membuat pejalan kaki terganggu. Bahkan berbahaya karena dapat menyebabkan pejalan kaki tersandung dan jatuh.

Dari hasil dialog dengan beberapa warga pengguna trotoar dan pengendara motor di jalan Cikini Raya. ada sebagian warga yang setuju, namun ada juga yang kurang setuju dengan revitalisasi ini.

Nadia salah satu warga yang biasa berjalan kaki di trotoar Jalan Cikini Raya, menyambut baik kabar revitalisasi ini.

Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Cikini. Foto: Efira Tamara/kumparan

"Iyalah menyambut dengan baik pastinya (revitalisasi trotoar Cikini). Apalagi kan kayak buat yang kita-kita gini yang suka jalan kaki gitu kan, itu fasilitas yang bagus banget kayak gitu," ujar Nadia yang ditemui sedang berjalan kaki di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6).

Titan, warga lainnya juga setuju dengan adanya revitalisasi trotoar ini. Namun, Titan hanya setuju di bagian perbaikannya saja, tidak pada pelebarannya.

"Kalau untuk dilebarin sebenernya agak mikir lagi sih kayaknya cukup ya segini, tapi mungkin untuk bagian dirapikannya setuju banget ya," tuturnya.

Dia berpendapat, pelebaran trotoar akan mempersempit jalan untuk kendaraan, yang berimbas pada kemacetan. Di sisi lain, Titan menambahkan, revitalisasi dapat menjadi cara pemerintah membangun budaya baru untuk masyarakat Ibu Kota berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum karena nyamannya fasilitas yang ada.

Pekerja menyelesaikan penataan trotoar di Jalan Cikini, Jakarta Pusat,Jumat (14/6). Foto: Efira Tamara/kumparan

"Karena kalau untuk dilebarin kayaknya di sini sering macet ya malam, jam pulang kerja gitu. Mungkin kurang worthed, tapi ya bisa jadi juga untuk alihkan masyarakat ke transportasi umum. Kalau untuk dibagusin setuju ya, supaya kan bagus seperti daerah sekitar PI, HI itu kan menggoda banget untuk santai jalan kaki. Mungkin nantinya bisa memunculkan budaya jalan kali buat masyarakat Jakarta juga kali ya," ungkapnya.

Tidak hanya Titan, warga lainnya yang enggan disebut namanya juga mengaku setuju dengan perbaikan trotoar di Cikini Raya. Dia menyebut sering melihat orang jatuh karena bentuk trotoar yang tak rata.

embed from external kumparan

Namun, dia kurang setuju untuk pelebaran trotoar di Cikini Raya. Menurutnya, pelebaran hanya akan menambah kemacetan. Sebab dengan adanya pelebaran trotoar, maka artinya jalan untuk kendaraan berkurang porsinya.

"Kalau untuk dilebarin enggak (setuju), tapi kalau untuk dirapikan saya setuju. Kenapa? kalau dirapikan (setuju, karena) saya sering lihat orang jatuh," jelasnya.

Terlepas dari opini masyarakat, Pemprov DKI sudah resmi memulai proyek pelebaran trotoar di wilayah Cikini dan Kramat Raya. Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugraha mengatakan, proyek ini ditargetkan rampung akhir tahun 2019 ini.

“Mau dimulai tahun ini. Target selesai Desember 2019. Total kedua sisi kurang lebih 10 km," kata Hari saat dikonfirmasi, Rabu (12/6).