kumparan
6 Des 2018 18:29 WIB

RI Bantu Pendidikan dan Pelatihan Diplomat di Suriname

Menlu Republik Indonesia Retno Marsudi (kanan) dan Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle (kiri) dalam penandatanganan MoU on Education and Diplomatic Cooperation. (Foto: Darin Atiandina/kumparan)
Indonesia dan Suriname sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, khususnya dalam pendidikan diplomat. Kesepakatan tersebut terjalin di sela pertemuan Bali Demoncracy Forum (BDF) ke-11 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).
ADVERTISEMENT
Kesepakatan diwujudkan dengan penandatanganan MoU on Education and Diplomatic Cooperation oleh menteri luar negeri masing-masing negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle.
“Dengan Suriname tadi kita menandatangani perjanjian untuk pelatihan diplomat,” ujar Retno.
Menlu Republik Indonesia Retno Marsudi (kanan) dan Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle (kiri) berjabat tangan dalam penandatanganan MoU on Education and Diplomatic Cooperation. (Foto: Darin Atiandina/kumparan)
Hingga kini, Suriname belum memiliki lembaga pendidikan diplomat. Oleh karena itu, negara di Benua Amerika tersebut meminta memberikan bantuan pendidikan diplomat.
Dalam MoU RI-Suriname, Indonesia sepakat memberikan bantuan kepada Suriname berupa pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan diplomat melalui pusat pelatihan diplomat milik Indonesia.
“Mereka tertarik untuk belajar pengembangan kurikulumnya dan kita bantu pengembangan kurikulumnya,” kata Retno.
Menlu Republik Indonesia Retno Marsudi (kanan) dan Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle (kiri) berbincang dalam penandatanganan MoU on Education and Diplomatic Cooperation. (Foto: Darin Atiandina/kumparan)
“Setelah institusi itu berdiri maka mereka minta agar dilakukan kerja sama untuk pelatihan para diplomat dengan pusat pelatihan diplomat yang dimiliki kementerian Republik Indonesia,” lanjutnya lagi.
ADVERTISEMENT
Selain pendidikan, dalam pertemuan tersebut keduanya juga membicarakan beberapa isu lainnya, mulai dari investasi di bidang minyak kelapa sawit, pembangunan infrastruktur hingga karja sama perdagangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan