RI Gelontorkan Bantuan Senilai Rp 28 Miliar untuk Palestina

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu di pertemuan CEAPAD di Thailand. (Foto: Dok. Kemlu)
zoom-in-whitePerbesar
Menlu di pertemuan CEAPAD di Thailand. (Foto: Dok. Kemlu)

Pemerintah Indonesia menggelontarkan bantuan sebesar USD 2 juta atau setara Rp 28,4 miliar dalam bentuk pembangunan kapasitas kepada Palestina. Bantuan tersebut nantinya akan diwujudkan dalam pemberian pelatihan di beberapa bidang.

Termasuk di antaranya pelatihan pertanian, kewirausahawan, pemberdayaan perempuan, teknologi informasi dan komunikasi, tata pemerintahan dan pendidikan.

Komitmen terbaru Indonesia ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) III di Bangkok, Thailand, Rabu (27/5).

Retno menjelaskan, bantuan akan disalurkan lewat kerangka Three-year Work Plan (2019-2021) CEAPAD, yang merupakan salah satu hasil pertemuan CEAPAD III ataupun modalitas lainnya. Program tiga tahun CEAPAD memuat usulan program peningkatan kapasitas sesuai dengan kebutuhan Palestina dan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki oleh negara-negara peserta CEAPAD.

Bukan pertama kali Indonesia memberikan bantuan berupa pengembangan kapasitas bagi warga Palestina. Sejauh ini, Indonesia telah memberikan 169 program capacity building, melibatkan hampir 2.000 orang Palestina.

Di samping pemberian bantuan, pada pertemuan CEAPAD Retno menekankan perlunya komunitas internasional untuk memberikan insentif kepada sektor bisnis di Palestina.

"Insentif ini akan mendorong pembentukan lingkungan untuk pertumbuhan ekonomi Palestina yang mandiri. Indonesia telah menginisiasi pemberlakukan tarif 0 persen bagi beberapa produk Palestina pada 2018," tutur Retno seperti dikutip dari keterangan pers Kemlu, Rabu (27/6).

Temui Menlu Palestina

Menlu di pertemuan CEAPAD di Thailand. (Foto: Dok. Kemlu)
zoom-in-whitePerbesar
Menlu di pertemuan CEAPAD di Thailand. (Foto: Dok. Kemlu)

Selain menghadiri pertemuan CEAPAD, Retno turut melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Palestina Riyad Al-Maliki. Kedua diplomat tersebut membahas situasi terakhir di Gaza dan menjajaki opsi terbaik yang mungkin dilakukan untuk mendorong kembali proses perundingan damai Palestina-Israel ke depan.

Pada pertemuan itu, Retno memastikan sikap RI terhadap Palestina tak akan berubah. Indonesia tetap mendukung kemerdekaan negara tersebut.

"Pemerintah bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang hingga rakyat Palestina memperoleh kemerdekaannya,” ujar Retno.

Pernyataan Retno disambut positif Riyad. Dia meminta agar negara-negara berpenduduk Muslim konsisten dan ikut serta dalam memperjuangkan perdamaian di Palestina.

“Negara-negara di luar kawasan khususnya negara mayoritas Muslim harus dilibatkan dalam mendorong proses perdamaian Palestina-Israel” tegas Riyad.