Rizieq Buka Ijtima Ulama IV: Konsolidasi Umat Usai Pilpres

Imam Besar FPI Rizieq Syihab membuka Ijtima Ulama IV yang digelar di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Senin (5/8). Rizieq membuka Ijtima Ulama melalui rekaman suara yang dikirim langsung dari Makkah.
Dalam sambutannya, Rizieq mengatakan, usai pilpres perlu ada upaya untuk mengkonsolidasikan kekuatan ulama dan umat. Konsolidasi perlu dilakukan sebab di Pilpres 2019 kemenangan sudah di depan mata namun terhempas karena adanya praktik kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.
“Dengan demikian apa yang sudah kita sampaikan tadi, maka menjadi jelas bagi kita pelaksanaan Ijtima Ulama IV menjadi suatu keniscayaan yang tidak bisa tidak, memang harus digelar. Harus dilaksanakan untuk evaluasi semua kejadian,” ujar Rizieq saat rekamannya diputar seperti dikutip dari Front TV, Senin (5/8).
“Sekaligus, mengkonsolidasikan kekuatan ulama dan umat untuk meraih kembali kemenangan melalui jihad konstitusional,” tambahnya.
Selain konsolidasi umat, Rizieq mengatakan Ijtima Ulama merupakan evaluasi dari seluruh perjuangan dan target yang sudah ditetapkan saat Ijtima Ulama I hingga III.
Dalam kesempatan itu, Rizieq menegaskan bahwa Ijtima Ulama tak memiliki niat untuk terlibat dalam politik pragmatis dan politik identitas. Ijtima, kata Rizieq, hanya ingin memperjuangkan syariah Islam.
Ia menepis semua tuduhan yang mengatakan bahwa Ijtima Ulama adalah kegiatan politik demi memperjuangkan kepentingan tertentu.
“Ingat, Ijtima Ulama IV tidak memperjuangkan politik pragmatis kekuasaan atau politik identitas, kedinastian atau politik dagang sapi, apalagi politik dagang babi. Tapi Ijtima Ulama memainkan syiasah syariah, yaitu politik syariah yang memperjuangkan nilai keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.
