Rudiantara: Internet di Papua dan Papua Barat Mulai Normal 4 September

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkominfo Rudiantara saat menjawab pertanyaan wartawan. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkominfo Rudiantara saat menjawab pertanyaan wartawan. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Pemerintah secara perlahan kembali membuka akses internet di Papua dan Papua Barat. Namun, layanan data itu tidak langsung dibuka untuk semua kawasan dalam dua provinsi tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, sedang berlangsung kajian untuk menentukan daerah mana yang bakal dikembalikan kelancaran layanan internetnya.

"Ini sedang kita koordinasikan kabupaten kota mana saja, malam ini mudah mudahan sudah ada ininya (hasil), sehingga secara bertahap besok (4/9) sudah bisa dilakukan, diaktifkan kembali layanan datanya di beberapa kabupaten kota," kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9).

Rudiantara juga menuturkan, nantinya hanya kabupaten atau kota tertentu yang bakal dibatasi akses internetnya. Hanya saja, tidak diungkapkan, kota atau kabupaten yang akses ke dunia maya tetap ditutup.

"Nah, yang disiapkan skenarionya adalah, pembatasan masih ada tetapi levelnya diturunkan ke tingkat kabupaten atau kota. Sehingga katakanlah di Papua tidak semua kabupaten kota diberikan pembatasan. Yang harus dibatasi dibatasi, yang tidak ya tidak," ujarnya.

Pemerintah memutus akses internet setelah terjadi kerusuhan di beberapa kota Papua dan Papua Barat sejak 21 Agustus 2019. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran hoaks yang dianggap masif.

Sedangkan kerusuhan di Papua dan Papua Barat mulai terjadi pada pertengahan Agustus 2019. Warga di beberapa daerah merusak fasilitasi publik setelah ada penangkapan penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.