kumparan
16 Sep 2019 14:37 WIB

Rumah yang Terdampak Ledakan Gudang Mako Brimob Semarang Diperbaiki

Rumah warga yang terdampak ledakan gudang di Mako Brimob Semarang sedang diperbaiki. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Perbaikan mulai dilakukan di rumah-rumah di sekitar Mako Brimob Semarang, Jawa Tengah. Rumah-rumah tersebut terdampak kebakaran yang diikuti ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak sisa Perang Dunia II di Mako Brimob Semarang.
ADVERTISEMENT
Sebanyak 44 rumah mengalami kerusakan akibat peristiwa itu. Salah satunya rumah dan indekos milik Sujono (59) warga RT 5 RW 2, Kelurahan Srondol Wetan, Semarang.
Perbaikan mulai dilakukan Sujono dengan biaya sendiri. Saat kumparan berkunjung, ia tengah memantau perbaikan atap rumah dan indekosnya.
"Tadi malam untung saja hujannya sebentar. Ya memang rumah jadi basah. Mau bagaimana lagi," kata Sujono di lokasi, Senin (16/9).
Sujono mengaku perbaikan sudah dilakukan sebagian. Diutamakan ke bagian rumah yang rusak berat
Rumah warga yang rusak akibat ledakan Gudang Penyimpanan Handak Temuan di Mako Brimob Srondol Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Rumah warga yang terdampak ledakan gudang di Mako Brimob Semarang sedang diperbaiki. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Selain kerusakan rumah, barang-barang elektronik miliknya juga rusak akibat tertimpa reruntuhan. Namun ia tak berharap seluruhnya diganti oleh Polri.
Meski begitu, pihak Polda Jateng kemarin meminta Sujono menuliskan seluruh barang yang rusak. "Diganti ya syukur, enggak (diganti) ya sudah, namanya musibah," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Mako Brimob masih ditutup rapat. Polisi tak mengizinkan warga masuk atau pun mendekati gudang yang terbakar pada Sabtu (14/9).
Gudang Penyimpanan Bahan Peledak (Handak) Temuan di Mako Brimob Srondol Semarang yang kemarin hancur akibat ledakan, masih dibersihkan oleh tim Jibom gabungan.
Suasana di Mako Brimob Srondol yang sedang dibersihkan dilihat dari rumah warga dan rumah warga yang sedang diperbaiki. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Pantauan kumparan, gerbang utama Mako Brimob Semarang hanya terbuka sedikit dan diberi penghalang berupa cone. Anggota Brimob tampak berjaga.
Dilihat dari rumah warga yang berbatasan dengan Mako Brimob, puing-puing bangunan gudang Mako Brimob tersebut masih terlihat berserakan.
"Dari kemarin masih dibersihkan begitu, ditutup terpal biru. Kemarin ada warga yang masuk disuruh keluar. Katanya masih bahaya," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan