Pencarian populer

Sabyan Gambus, Konten Religi yang Ditonton 900 Juta Kali di YouTube

Konten Data Penguasa YouTube Indonesia. (Foto: Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan)

Aliran musik gambus beralun perlahan ke telinga banyak orang di Indonesia. Musababnya sederhana, tembang pertama grup musik Sabyan Gambus, ‘Ya Maulana’, menempati posisi teratas dari sisi jumlah penonton di YouTube, Mei 2018.

Sabyan Gambus membumikan ‘Ya Maulana’ ke publik pada Rabu, 23 Mei 2018. Tak butuh waktu lama bagi lagu tersebut untuk akrab dengan penikmat YouTube. Tiga hari setelah diluncurkan, ‘Ya Maulana’ telah dinikmati oleh lebih dari 4 juta pengunjung aplikasi berbagi video itu.

Sabyan Gambus dikenal di waktu yang tepat. Musik gambus yang identik dengan Islam itu menjadi pelengkap suasana Ramadhan 2018. Lantunan suara Nissa menggema di banyak tempat ketika waktu buka puasa datang.

Ketenaran Sabyan Gambus tidak diraih dengan cara instan. Grup yang digawangi oleh Nissa (vokalis), Anisa Rahman (vokalis), Ayus (keyboardis), Wawan (gendang), Kamal (perkusi), dan Tebe (biola) itu telah berdiri sejak 2015. Mereka sukses menjadi pilihan menarik bagi mereka yang berselancar di YouTube.

"Viewersnya bisa banyak mungkin karena mereka pada senang sama si Nissa, icon kita," Wawan saat ditemui kumparan di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Kami menjalani musik yang pada dasarnya kita sukai, dan alhamdulillah semua menyukai lagu selawat," imbuh Wawan.

Grup Sabyan Gambus (Foto: Instagram/@sabyan_gambus )

Padahal menurut praktisi media sosial Nukman Luthfie, menembus persaingan di dunia YouTube bukan perkara gampang.

"YouTube itu lebih kejam dari televisi, karena yang menentukan hebat atau enggak itu langsung penonton," ujar Nukman kepada kumparan, Rabu (14/11).

‘Ya Maulana’ menjelma sebagai karpet merah Sabyan Gambus untuk melenggang di YouTube. Sebenarnya, ‘Ya Maulana’ bukan karya pertama. Mengintip channel Official Sabyan Gambus yang telah di-subscribe oleh lebih dari 4 juta orang, ‘Ya Maulana’ adalah video kedelapan. Namun, tujuh video lainnya adalah lagu ciptaan musisi lain.

Sentuhan Nissa dkk mampu memberi nuansa baru bagi lagu lawas semacam ‘Ya Habibal Qolbi’. Lagu itu sudah dipopulerkan terlebih dahulu oleh grup Selawat Al-Muqtashidah Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, di era 1990-an. Kala itu, lagu tersebut lebih dikenal dengan judul ‘Habibal Galb’.

Sejak diunggah pada 25 Desember 2017, ‘Ya Habibal Qolbi’ versi Sabyan telah dinikmati lebih dari 254 juta penonton. Atau, menjadi lagu dengan jumlah penikmat terbanyak di antara sembilan video yang terpampang di channel Official Sabyan Gambus.

Jumlah penonton itu tentu menarik perhatian, karena per 10 November 2018, channel YouTube Sabyan Gambus hanya memiliki 4,3 juta subscribers dan 988 juta viewers.

Fenomena perbedaan angka antara penonton dan subscribers dalam sebuah video di YouTube adalah hal biasa. Sebab, menurutnya, YouTube adalah media sosia yang aneh.

"YouTube kan aneh ya, aneh artinya gini, untuk bisa menikmati apapun ada di YouTube kita enggak perlu jadi member atau login," ujar Nukman.

Nukman menambahkan, subscribers dan view dalam sebuah video itu lebih dari sekadar angka. Hal ini karena subscribers dan view akan berbanding lurus dengan pundi rupiah yang masuk ke kantong pemilik channel.

Menurut catatan Social Blade, sebuah laman pengukur performa akun-akun media sosial. Sebuah channel YouTube dengan performa yang baik bisa menghasilkan ratusan juta rupiah setiap bulan.

Berdasarkan penelitiannya, Social Blade memprediksi bahwa channel YouTube Sabyan Gambus mampu menghasilkan Rp 259 juta hingga Rp 4,16 miliar per bulan. Fantastis bukan?

Dengan nominal tersebut, channel YouTube Sabyan Gambus mampu menyelinap masuk di urutan pertama di antara 10 channel YouTube dengan viewers tertinggi di Indonesia dalam rentang waktu 12 Oktober 2018 hingga 10 November 2018.

Pengunjung video channel Sabyan Gambus mampu mengalahkan dua channel keluarga Halilintar dan channel seorang Raditya Dika yang telah mengenal YouTube sejak 2007.

Di channel YouTubenya, Radit telah mengunggah 774 video dan berhasil menggaet 4,9 juta subscribers. Jumlah tersebut kumparan kutip pada Jumat (16/11). Tentu jumlah itu sangat jauh berbeda dengan channel Sabyan Gambus.

Apabila dilihat dari konten yang diunggah pun, antara Radit dan Sabyan, memang memiliki segmen yang berbeda.

Sembilan video di Channel Sabyan Gambus hanya berisi video klip Sabyan. Sedangkan, Radit lebih banyak mengunggah tentang kehidupannya, mulai dari me-review sesuatu hingga konten soal stand up comedy. Ya memang benar, nama Radit dikenal sebagai salah satu pioner stand up comedy Indonesia.

=====

Selengkapnya seputar cerita Sabyan Gambus dan seluk beluk YouTubers Indonesia dapat disimak dalam topik Penguasa YouTube.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: