Sajak Cinta dari Habibie di Peringatan Sewindu Wafatnya Ainun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
B.J Habibie (Foto: Soejono Eben Saragih/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
B.J Habibie (Foto: Soejono Eben Saragih/kumparan)

Kepergian Hj Hasri Ainun Besari atau yang dikenal dengan nama Ainun Habibie delapan tahun lalu menjadi kenangan tersendiri bagi sang suami, BJ Habibie.

Bertempat di kediaman Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/5), mantan presiden itu menyelenggarakan pengajian, mengenang sewindu wafatnya Ainun.

Acara tersebut dihadiri oleh keluarga dan sejumlah selebriti dan tokoh penting, antara lain Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, aktor Reza Rahardian dan aktris Bunga Citra Lestari yang pernah membintangi film "Habibie dan Ainun", Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, dan tokoh agama Franz Magnis Suseno.

B.J Habibie (Foto: Soejono Eben Saragih/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
B.J Habibie (Foto: Soejono Eben Saragih/kumparan)

Habibie mengaku, meski Ainun telah tiada, namun ia merasa tidak sendiri. Menurutnya Ainun tetap ada di dalam jiwa dan raganya.

"Saya tidak merasa sendiri, selalu ada kawan. Cuma tentunya saya bicara enggak ada jawaban. Tapi bukan dapat jawaban tapi dapat inspirasi, dipengaruhi. Nah, itu yang harusnya saja lebih sempurna," ujar Habibie kepada wartawan usai pengajian usai berbuka puasa.

Habibie bercerita, hingga saat ini sosok Ainun masih sering ia rindukan. Tak pernah lupa ia memanjatkan doa untuk isteri tercintanya yang meninggal di Muenchen, Jerman, pada tahun 2010 itu.

"Saya berdoa selalu, saya baca Yasin tiap malam untuk dua orang yaitu untuk Ainun dan ibu yang melahirkan saya," pungkas Habibie.

Dalam kesempatan tersebut, Habibie juga menyiapkan sebuah sajak untuk mengenang Ainun. Habibie mengaku, baru tadi pagi sajak itu ia tulis, khusus untuk peringatan sewindu wafatnya Ainun.

Sambil terbata-bata dan beberapa kali terdiam, Habibie membacakan sajak berjudul 'Ainun', yang dia persembahkan untuk almarhumah istri tercintanya tersebut:

Ainun

Ragamu di taman pahlawan bersama para pahlawan bangsa lainnya

Jiwa, roh, batin dan nuranimu telah menyatu dengan saya.

Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun.

Tetap manunggal, menyatu dan tak terpisahkan lagi sepanjang masa

Bibit cinta Ilahi kami siram dengan kasih sayang, nilai iman, taqwa dan budaya.

Murni, suci, sejati, sempurna dan abadi sepanjang masa.

Lindungilah kami dari segala godaan gangguan yang mencemari cinta kami

Perekat jiwa, roh, batin dan nurani, kami menjadi satu dan manunggal

Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun Ainun dan Habibie

Mengatasi tantangan badai kehidupan, berlayar ke akhirat dimensi apa saja

Dipisahkan maut sewindu yang lalu, namun tetap manunggal sampai akhirat

Mengatasi segala tantangan dan perubahan bersama sesuai kehendakMu Allah SWT.