Sandi: Komunikasi dengan GNPF Terus Jalan, Fokus ke Ekonomi

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Laporan LHKPN Sandiaga Uno di KPK, Selasa (14/8). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Laporan LHKPN Sandiaga Uno di KPK, Selasa (14/8). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno kembali menggelar pertemuan di kediaman Prabowo. Dalam pertemuan kali ini, mereka membahas kemungkinan Itjima Ulama jilid II.

Sandiaga mengatakan, koalisi saat ini tetap membangun komunikasi dengan GNPF Ulama. Dia mengatakan, fokus diskusinya adalah terkait persoalan ekonomi.

“Tadi disampaikan juga dan kita tentunya selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan ulama. Karena tentunya dengan ulama dan para kiai kita bisa insyaallah mendapatkan berkah. Dan kita selalu mengkonsultasikan apa yang kita rencanakan ke depan dengan para ulama,” kata Sandi di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (16/8).

Fokus ekonomi dibahas, menurut Sandi, agar dimengerti oleh para ulama. Sebab di era globalisasi, industri 4.0 dibutuhkan kemampuan untuk bisa mencapai kesejahteraan.

“Membangun di era globalisasi indsutrialisasi 4.0 ini, kemampuan kita untuk bisa menjadi pemenang itu ditentukan kalau kita bisa bersatu. Kalau bersatu belum tentu menang, apalagi kita terpecah belah. Jadi ini yang kita dorong bahwa fokus kita di ekonomi,” ujar Sandi.

Sandi juga mengkritik nota keuangan yang dibacakan oleh Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD. Ia menilai bahwa saat ini masyarakat perlu sistem ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja.

“Jadi kita juga ingin agar penajaman isu di bidang ekonomi tadi sesuai dengan yang disampaikan nota keuangan itu agar ada yang sangat releven terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat. Masyarakat itu menginginkan ekonomi yang lebih bergerak dan sesuatu yang sangat kongkrit,” papar Sandi.

"Jika bicara masalah utang, apakah utang itu digunakan untuk menggerakan ekonomi yang bisa menciptakan lapangan kerja (atau tidak),” tutupnya.