Sebulan Terakhir Ada 78 Titik Banjir di Jakarta, Terbanyak di Jakbar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan bermotor berusaha melewati genangan air di jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan bermotor berusaha melewati genangan air di jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sempat menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah titik di Jakarta. Kejadian ini bukan yang pertama, karena dalam sebulan sudah ada 78 titik banjir yang muncul di Jakarta.

"Ada 78 titik genangan di jalan dan di pemukiman periode 1 Maret-2 April 2019," kata Kepala UP Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Purwanti, saat dihubungi, Kamis (4/4).

Genangan air akibat hujan lebat menyebabkan antrian kendaraan di jalan DI Panjaitan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Purwanti mengatakan, titik banjir terbanyak ada di Jakarta Barat dengan 26 lokasi. Lalu Jakarta Utara 20 titik, Jakarta Utara 20 titik, Jakarta Timur 20 titik, dan Jakarta Selatan 11 titik.

Sedangkan, selama 2018, ada 238 titik genangan yang muncul di seluruh wilayah Jakarta.

Seorang wanita menerobos genangan air di jalan DI Panjaitan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Purwanti mengatakan, tingginya curah hujan masih menjadi penyebab utama banjir di Jakarta. Misalnya, saja pada 5 Maret dan 2 April 2019.

"Curah hujan tanggal 5 Maret dan 2 April kemarin memang masuk kategori sangat lebat dan lebat," kata tutur dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri) meninjau titik banjir di Underpass Cawang, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung sejumlah titik jalan yang sempat banjir karena hujan deras. Misalnya, di Cawang, Pancoran, dan Jalan DI Pandjaitan.

Dari peninjauan itu, Anies menemukan fakta bahwa banyak saluran air yang tertutup struktur bangunan LRT dan Tol Becakayu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri) meninjau titik banjir di Pancoran, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Anies juga menyoroti minimnya pompa permanen di lokasi pembangunan itu. Sehingga, saat banjir datang, air tidak bisa dengan cepat di pompa.

Dalam kesempatan itu, Anies juga memberi peringatan keras kepada para kontraktor LRT dan Tol Becakayu terkait hal ini.

“Setiap volume hujan tinggi tempat itu tidak tergenang lagi jadi saya bilang harus ditambah lagi. Supaya tidak boleh ada lagi genangan di tempat-tempat konstruksi di tepi jalan sevital ini,” ujar Anies di area Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/4).