Sepanjang Tahun 2018, Aceh Dilanda 294 Bencana

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masyarakat Banda Aceh membangun kembali kehidupan mereka setelah bencana tsunami. (Foto: Tyler J. Clements via Wikimedia)
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat Banda Aceh membangun kembali kehidupan mereka setelah bencana tsunami. (Foto: Tyler J. Clements via Wikimedia)

Badan Penanggulangan Bencana (BPBA) Aceh mencatat sepanjang tahun 2018 terdapat 294 kali bencana yang melanda provinsi ujung Barat Indonesia itu. Kepala BPBA Aceh T. Ahmad Dadek mengatakan total kerugian akibat bencana itu mencapai Rp 848,2 miliar.

Dadek mengatakan bencana di Aceh meningkat 64 persen dari tahun 2017 lalu. Tahun kemarin jumlah bencana hanya ada sebanyak 185 kejadian. Menurut Dadek, di tahun 2018 bencana yang paling banyak terjadi yaitu kebakaran permukiman sebanyak 143 kali, disusul puting beliung 93 kali, banjir 90 kali, kebakaran hutan dan lahan sebanyak 44 kali kejadian.

Wilayah yang paling banyak mengalami dampak bencana yakni Kabupaten Aceh Besar ,Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Jaya, Bireuen dan Aceh Tenggara.

“Kebakaran permukiman paling banyak terjadi di Aceh Besar sebanyak 18 kali. Aceh Tenggara 7 kali dan Aceh Barat 6 kali kejadian. Kebakaran hutan dan lahan juga masih banyak terjadi di Aceh Besar, Aceh Tengah dan Aceh Barat," kata Dadek, Rabu (2/1). "Sedangkan banjir paling banyak terjadi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Jaya dan Aceh Barat.”

Banjir bandang yang menerjang Desa Natam Lama, Kecamatan Bandar, Aceh Tenggara. (Foto: Dok. BPBA)
zoom-in-whitePerbesar
Banjir bandang yang menerjang Desa Natam Lama, Kecamatan Bandar, Aceh Tenggara. (Foto: Dok. BPBA)

Sementara untuk musibah banjir bandang, sebut Dadek, sepanjang tahun 2018 kerap menerjang wilayah Aceh Tenggara yaitu sebanyak 4 kali, terakhir pada 31 Desember 2018. Sebagian daerah di Aceh juga berpotensi terjadinya longsor. Salah satunya adalah yang terjadi di Aceh Tengah dan Aceh Barat.

“Kerugian bencana banjir adalah mencapai rekornya termasuk kejadian banjir bandang yang menimbulkan paling banyak kerugian baik kepada masyarakat maupun infrastruktur yang ada," kata dia. "Banjir paling banyak disebabkan meluapnya air sungai dan pembalakan liar yang menyebabkan banjir bandang.”

Sementara itu, bencana puting beliung paling sering melanda Kota Sabang dan Aceh Besar. Sedangkan bencana abrasi paling banyak terjadi di Aceh Barat Daya.

Dadek mengatakan rangkaian bencana di Aceh sepanjang tahun 2018 itu dirasakan oleh 110.624 masyarakat. Sebanyak 36.696 jiwa mengungsi akibat bencana, 46 orang meninggal dunia dan 33 orang luka-luka.

“Kerugian akibat bencana yang paling banyak dialami di Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp 239,5 miliar, Aceh Tenggara Rp 81,9 miliar, Aceh Barat Rp 81,8 miliar, Aceh Besar Rp 68 miliar dan Bener Meriah sebesar Rp 63,5 miliar,” kata Dadek.