Setnov Mengaku Terima Richard Mille Tahun 2016: Sumpah Mati, Pak!

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Setya Novanto di Pengadilan Tipikor. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Setya Novanto di Pengadilan Tipikor. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Setya Novanto mengaku pernah menerima pemberian jam tangan Richard Mille meski kemudian dikembalikannya. Namun keterangan mantan Ketua DPR itu berbeda dengan Andi Narogong sebagai pihak yang memberikannya.

Andi Narogong menyebut bahwa jam tangan itu dibeli dari hasil patungan dengan Johannes Marliem dan diberikan kepada Setya Novanto pada tahun 2012. Namun Setya Novanto menyebut bahwa dirinya terima jam tangan itu dari Andi Narogong pada tahun 2016.

"Iya, tahun 2016," kata Setya Novanto dalam keterangannya sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3).

Menurut Setya Novanto, jam tangan itu dikembalikan tak lama setelah diterimanya karena dinilainya rusak. Hal tersebut mengundang keheranan penuntut umum. Sebab berdasarkan catatan penuntut umum, jam tangan itu diterima Setya Novanto pada tahun 2012 dan dikembalikan karena rusak pada tahun 2013.

"Tapi enggak pernah, Pak," kilah Setya Novanto.

"Saudara pada tanggal 20 Desember 2013 masuk Amerika Serikat dan ninggalin Amerika Serikat tahun 2014 bersama Deisti (Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto -red)?" tanya penuntut umum.

"Iya, saya tiap tahun selalu ke sana. Anak, sekolah di sana," jawab Setya Novanto.

"Masih bertahan dengan pernyataan Saudara berarti?" tanya penuntut umum kembali.

"Iya," ujar dia.

Sumpah, Pak. Sumpah mati, Pak. Itu betul-betul saya dosa kalau bohong, Pak.

Jam tangan yang digunakan oleh Setya Novanto (Foto: Instagram/@s.setnov)
zoom-in-whitePerbesar
Jam tangan yang digunakan oleh Setya Novanto (Foto: Instagram/@s.setnov)

Penuntut umum sempat mengkonfirmasi kembali pernyataan Johannes Marliem di hadapan FBI yang menyebut bahwa jam tangan itu diserahkan pada tahun 2012. Namun Setya Novanto berkukuh jam tangan itu diterimanya tahun 2016.

"Sumpah, Pak. Sumpah mati, Pak. Itu betul-betul saya dosa kalau bohong, Pak. Mohon maaf, pasti, Pak," tegas Setya Novanto.