Setya Novanto Akui Minta Ganjar Tak Galak di Pembahasan Anggaran e-KTP

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sidang kasus eKTP Setya Novanto di Tipikor (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sidang kasus eKTP Setya Novanto di Tipikor (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Mantan Ketua DPR Setya Novanto membeberkan beberapa nama dalam sidang lanjutan kasus e-KTP. Dalam kesaksiannya, Novanto kembali menyinggung nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam kesaksiannya, Novanto membenarkan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Ganjar di Bali. Dalam pertemuan itu, Novanto mengatakan kepada Ganjar untuk jangan galak-galak terhadap kasus e-KTP.

"Itu kemarin saya di sidang, katanya nerima uang, kata dia itu urusannya sama Chairuman, dan saya mengatakan itu ke dia, menyampaikan jangan galak-galak," kata Novanto dalam sidang lanjutan e-KTP, Kamis (22/3).

Menanggapi hal tersebut, hakim menanyakan kepada Setya Novanto terkait sikap Ganjar selama ini terhadap kasus e-KTP. Hakim menanyakan apakah benar Ganjar keras pendapatnya terhadap kasus ini.

"Oh nggak," jawab Novanto, singkat.

Novanto mengaku bahwa dirinya saat mengatakan jangan galak-galak, belum mengkonfirmasi itu kepada Ganjar. Namun, menurut Novanto, Ganjar pernah mempertanyakan pernyataannya itu saat bertemu dengan Novanto di Bali.

"Belum, saya malah pernah datang ketemu Ganjar dan dia bilang 'kok enak aja ngomong gue galak-galak sama e-KTP, maksudnya apa', dia ketawa. Kalau gak salah itu satu tahun lalu," ucap Novanto.

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (30/3) tahun lalu, Ganjar membenarkan bahwa dirinya bertemu dengan Novanto di Bali.

Ganjar mengaku pertemuan tersebut terjadi pada antara tahun 2011 sampai 2012. Ganjar pun membenarkan bahwa kala itu Novanto mengatakan kepadanya untuk jangan galak-galak terhadap kasus e-KTP.

Setya Novanto pada persidangan hari ini kembali menyebut bahwa Ganjar Pranowo juga ikut menerima uang e-KTP sebesar USD 500 ribu. Namun, Ganjar sudah beberapa kali membantah menerima uang e-KTP.