Soal Kucing dan Obsesi Prabowo di Sepak Bola yang Belum Kesampaian

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Presiden Prabowo Subianto berfoto di meja kerjanya bersama para wartawan dan Tim Media Center Prabowo-Sandi. Foto: Dok. Media Center Prabowo-Sandi
zoom-in-whitePerbesar
Calon Presiden Prabowo Subianto berfoto di meja kerjanya bersama para wartawan dan Tim Media Center Prabowo-Sandi. Foto: Dok. Media Center Prabowo-Sandi

Sejumlah wartawan memenuhi undangan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, ke kediamannya di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pertemuan itu untuk ngobrol topik-topik ringan.

“Supaya teman-teman bisa lebih mengenal sisi lain Pak Prabowo. Kayak kenapa suka joget-joget atau apapun nanti boleh ditanyakan. Bebas,” kata Dahnil membuka obrolan yang berlangsung Selasa (5/2) malam. Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu, bertindak sebagai moderator. Seluruhnya ada 28 wartawan berbagai media yang hadir, sehingga lalu lintas pembicaraan perlu diatur. Mereka dari media online, cetak, radio, serta televisi. Tapi tak ada rekaman, termasuk rekaman visual yang diperlukan tv untuk membuat berita. Karena obrolan ini disepakati hanya menjadi background alias off the record. Substansi obrolan tidak untuk diberitakan. “Kecuali cerita pertemuannya, di luar konteks politik dan pilpres,” ujar Ketua Tim Media Center Prabowo-Sandi, Ariseno Ridhwan, menambahkan. Selain kiprahnya di politik sebagai pendiri dan pimpinan Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga diketahui menyukai berbagai cabang olahraga. Salah satu kiprahnya yang dikenal luas adalah pencak silat. Mantan Panglima Kostrad itu bahkan telah memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), sejak 2004.

Dia terus terpilih sebagai Ketua Umum IPSI, dalam empat kali Musyawarah Nasional (Munas). Yang terakhir pada Munas 2016 lalu, untuk masa jabatan hingga 2020 mendatang. Dalam periode ini, di bawah Prabowo cabang pencak silat sukses menyabet 14 medali emas, dalam Asian Games ke-28 pada 2018 lalu.

Momen Prabowo dan Jokowi berpelukan. Foto: Instagram/@prabowo

Jumlah medali emas yang disumbangkan pencak silat itu, merupakan yang terbanyak dari total 31 medail emas yang diraih kontingen Indonesia. Dengan perolehan itu, Indonesia bisa berada di posisi ke-4, pesta olahraga multicabang di kawasan Asia tersebut. Membentuk Timnas ke Piala Dunia Selain pencak silat, Prabowo ternyata juga memberi perhatian pada sepak bola. Pria yang akan berusia 67 tahun pada Oktober mendatang itu, mengaku ingin membentuk klub sepak bola yang terhebat. Menurutnya, cita-cita itu muncul karena dia merasa malu, tim sepak bola Indonesia sering kalah. “One day i will have a football club. And i will make the best football team. Cita-cita saya, saya ingin tim indonesia masuk piala dunia,” katanya serius.

embed from external kumparan

Kalau nanti terpilih menjadi presiden, dia berjanji akan melakukan upaya khusus untuk mewujudkan obsesinya itu. “Saya percaya Indonesia bisa. Ini semua masalah leadership,” katanya berteori. Mantan Danjen Kopassus itu pun memaparkan pengalamannya, membina cabang-cabang olahraga selain pencak silat. Salah satunya, pembentukan tim ekspedisi untuk mencapai Puncak Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya. “Saya ini saksi, saya saksi. Puncak Everest. Kita ini bukan negara Alpine. Alpine itu negara yang punya banyak gunung es. Kita punya, tapi ya kita enggak ada tradisi mendaki gunung es kan ya? Tidak ada,” ujarnya berkisah.

Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus Foto: Facebook: Prabowo Subianto

Dia menuturkan, negara yang tidak punya tradisi mendaki gunung es, butuh lima tahun untuk membentuk tim sampai akhirnya menjalankan ekspedisi. “Jadi lima tahun untuk latihan. Kita? Lima bulan! Anak-anak kita bisa,” katanya berapi-api. Tim Ekspedisi Everest Indonesia dibentuk pada 1997, atas gagasan Prabowo yang saat itu menjabat Danjen Kopassus. Dikutip dari artikel berjudul "Sang Saka Akhirnya Berkibar di Puncak Dunia" yang ditulis oleh A. Asianto dan Kurniasih T.J. di Tabloid Nova, ada dua tim ekspedisi yang diberangkatkan. Masing-masing bergerak dari jalur utara dan selatan. Tapi akhirnya hanya tiga orang anggota Kopassus dari tim selatan yang berhasil menggapai atap dunia. Pratu Asmujiono yang pertama tiba dan berhasil menancapkan Sang Merah Putih. Menyusul kemudian dua rekannya, yakni Sertu Misirin dan Lettu Iwan Setiawan. Prabowo juga memaparkan bagaimana dia menggagas pembinaan anak-anak petani desa, dalam olahraga polo berkuda. Dia memang memiliki klub polo, Nusantara Polo Club (NPC). Lokasinya di tepi jalan tol Jagorawi. Tepatnya di Kampung Kranji, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Prabowo Subianto. Foto: AFP PHOTO / Adek Berry

Pada 2006, NPC untuk pertama kalinya ikut kejuaraan Kings Cup di Thailand. Dalam kejuaraan tingkat Asia itu, debut pertama tim polo berkuda Indonesia dari NPC langsung meraih juara ketiga di bawah Malaysia dan Yordania. Prabowo sangat bangga. Apalagi salah satu yang berhasil dikalahkan anak-anak binaannya, adalah tim asal India. Negara itu diunggulkan juara, karena termasuk yang mengenal polo berkuda di masa-masa awal. India mengenalnya dari Persia (sekarang Iran), yang merupakan negara asal polo berkuda. Di Persia, olahraga ini dikenal sejak abad ke-6 sebelum masehi. “Kenapa (yang dibina) anak petani? Karena mereka pemberani. Mungkin karena mereka juga dari keluarga miskin, jadi enggak sombong, rendah hati, sopan. Jadi mereka disukai dan disegani sama lawan-lawannya,” papar Prabowo.

Padahal tim polo berkuda negara-negara lain, beranggotakan kalangan elite. Termasuk para pangeran Brunei, keluarga kesultanan Malaysia, serta kalangan atas yang terdidik. Bahkan mengutip kisah ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo, di masa pemerintahan Belanda, pribumi bahkan tak diizinkan untuk sekedar masuk arena polo berkuda. Jadi dalam banyak hal, Prabowo meyakini Indonesia sebetulnya bisa unggul. “Jadi masalah kita adalah leadership. Pemimpin. Kalau pemimpin kita andal, kuat, jujur, saya percaya kita bisa berbuat banyak.”

Bobby, Kucing Prabowo Subianto. Foto: Instagram/@Prabowo

Bobby Kucing Kesayangan Obrolan Prabowo tentang sisi-sisi lain kehidupannya, terus mengalir. Semula berniat memberi pengantar singkat sebelum melayani segala pertanyaan wartawan, paparan Prabowo menghabiskan waktu tak kurang dari 40 menit.

Setelahnya, barulah sesi tanya jawab berlangsung. Sedemikian hangatnya suasana obrolan, udara dingin perbukitan Hambalang tak lagi terasa menggigit. Padahal di ruangan seluas hampir dua kali lapangan badminton itu, juga ada dua standing AC masing-masing dengan kapasitas 5 PK.

Satu AC berada di belakang para wartawan. Sudah menyala sejak awal para wartawan masuk ke ruangan itu. Satu lagi berada di belakang Prabowo. "Lama-lama gerah juga ya? Coba AC di belakang saya dinyalakan," pinta Prabowo.

Dia duduk berjajar diapit Dahnil Anzar Simanjuntak dan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ada juga Wakil Ketua BPN, Nanik Sudaryati Deyang, yang duduk di samping paling kanan Muzani.

Suasana diskusi sejumlah wartawan dengan Calon Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/2) malam. Foto: Dok. Dahnil Anzar Simanjuntak

Obrolan terus mengalir, hingga tak terasa hari telah berganti. Dimulai Selasa (5/2) malam, hingga sudah masuk Rabu (6/2) dini hari. Topiknya beragam. Soal isu politik dan pecapresan yang paling aktual, serta masalah hukum, hubungan internasional, serta ekonomi.

Mencuat juga pertanyaan menyangkut hal-hal ringan dan keseharian Prabowo. Seorang wartawan televisi menanyakan hobi Prabowo memelihara kucing. “Enggak cuma kucing. Saya senang dengan banyak binatang. Semua binatang saya sayang,” katanya santai. Tapi memang kucing milik Prabowo yang diberi nama Bobby, termasuk yang paling populer. Bahkan kucing yang tinggal kediaman Prabowo di Jl. Kertanegara, Jakarta Selatan itu, dibuatkan akun instagram khusus @Bobbythek4t.

Follower-nya pun mencapai 22 ribu, jumlah yang tak sedikit. Dalam akun tersebut, terlihat sejumlah foto kebersamaan antara Prabowo dengan Bobby. Pada sejumlah foto, Prabowo tak terlihat canggung menggendong kucing peliharaannya itu.

instagram embed

Karena tak selalu tinggal di Jl. Kertanegara, Prabowo tak setiap hari bertemu Bobby. Dari akun instagram-nya, kucing ini diketahui punya ikatan batin kuat dengan tuannya. Sehingga kalau Prabowo akan kembali ke Hambalang, harus dipamiti. “Karena dulu ketika Pak Prabowo ingin kembali ke Hambalang tapi lupa untuk ‘pamit’ ke Bobby, yang terjadi adalah keesokan hari nya Bobby mogok makan dan tidak datang ketika dipanggil,” tulis admin akun tersebut.