Sopir Diberi Tahu Wajah Ratna Lebam karena Dipukuli di Bandung

Sopir Ratna Sarumpaet, Ahmad Rubangi, menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penyebaran hoaks. Dalam sidang ini, Rubangi menuturkan, Ratna mengatakan padanya wajahnya lebam karena dipukul orang di Bandung.
"Seingat saya beliau bilang habis dipukul 2 orang laki-laki di Kota Bandung," kata Rubangi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).
Rubangi tidak tahu persis kapan Ratna sakit. Yang dia tahu Ratna dalam keadaan sehat sebelum meninggalkan rumah pada 21-23 September 2018.
"Beliau kembali tanggal 24, sekitar pukul 21.15 WIB. Ibu ngabarin bahwa beliau akan segera sampai di rumah. Beliau ngabarin kondisinya sakit harus dibukain pintu depan. Ibu juga ngirim foto itu melalui WA, fotonya lebam-lebam," kata Rubangi.
Ia mengaku kaget dengan kondisi Ratna. Ketika Ratna sudah di rumah, maka Ratna memerintah karyawan lainnya bernama Saharudin dan Makmur untuk menemuinya di kamar. Di kamar itu, Rata kembali menyatakan telah dipukuli orang lain.
"Bicara yang lain saya enggak paham, karena saya keluar masuk, jadi enggak terlalu denger. Terus ibu menangis, terus ibu istirahat," ujar Rubangi.
Dalam kurun waktu 25-26 September, Ratna berada di rumahnya. Pada 27 September, Rubangi mengaku pernah mengantarkan Ratna berbelanja meskipun Ratna dalam wajahnya masih lebam.
"Saya nganter Ibu ke Sarinah, seperti belanja. Lalu ke Manggarai. Saya drop saja di sana, terus saya pulang, terus ibu pulang naik taksi, malam harinya," kata Rubangi.
Ia menambahkan, saat Ratna bercerita telah dianiaya, anak-anak Ratna belum tahu keadaan Ratna, namun akhirnya anak-anak Ratna tahu keadaan Ratna.
Di kasusnya, Ratna didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan hoaks penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaimnya akibat penganiayaan, padahal karena operasi plastik.
