Sutopo: Jalan Gubeng Amblas karena Konstruksi, Bukan Sesar Gempa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB Sutopo Purwo Nugroho membantah isu amblasnya Jalan Gubeng, Surabaya, disebabkan oleh patahan sesar gempa. Ia menjelaskan, insiden ini justru diakibatkan oleh kesalahan konstruksi.
"Amblasnya tanah di Jalan Raya Gubeng Surabaya lebih disebabkan kesalahan konstruksi," jelas Sutopo dalam akun Twitternya, Rabu (19/12).
Sutopo menjelaskan, dinding penahan jalan (retaining wall) yang tidak mampu menahan beban menjadi penyebab amblasnya jalan tersebut. Apalagi, di saat musim hujan, kemungkinan jalan untuk amblas lebih besar.

"Jadi tidak ada kaitannya dengan sesar gempa atau patahan Surabaya dan Waru," imbuhnya.
Sutopo lalu membagikan foto perbandingan antara sebelum dan setelah terjadinya insiden tersebut. Dari kedua foto itu, menurut Sutopo, bisa dilihat bahwa dinding galian proyek tidak kuat menahan beban dinding di dekat jalan.

"Ditambah getaran dari kendaraan menyebabkan tanah ambles. Jadi konstruksi dinding tidak kuat," pungkasnya.
Jalan amblas tersebut menyebabkan tiang listrik ambruk dan jalan raya di sekitar lokasi lumpuh total. Diduga, badan jalan yang amblas mencapai panjang 100 meter, lebar 20 meter, dan kedalaman sekitar 4 hingga 20 meter.
Usai kejadian tim Rescue, Tagana dan tim gabungan lainnya berupaya mensterilkan lokasi kejadian. Petugas juga mematikan semua arus listrik untuk sementara waktu. Tak hanya itu, petugas juga mengevakuasi warga yang ada di sekitar TKP untuk menghindari longsor susulan.
