Tatap Golkar-1, Priyo Sudah Minta Restu Jokowi dan Habibie

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Setya Novanto bersama Priyo Budi Santoso (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)
zoom-in-whitePerbesar
Setya Novanto bersama Priyo Budi Santoso (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Calon Ketua Umum Partai Golkar yang akan maju dalam Musyawarah Luar Biasa (Munaslub), tidak hanya Arilangga Hartarto. Ada beberapa nama lain, yang salah satunya adalah Anggota Dewan Pembina Golkar, Priyo Budi Santoso.

Priyo bahkan sudah meminta 'restu' kepada Presiden Joko Widodo dan senior Golkar BJ Habibie. Pertemuan Priyo dengan Jokowi berlangsung beberapa saat lalu di sela pertemuan ICMI, di Istana Bogor, Jumat (8/12).

"Tadi saat salaman, beliau tanya 'gimana (Golkar)?'. Wah, saya mohon izin saya juga mau maju Pak, sebagai caketum Golkar. Terus beliau tersenyum, monggo saja," cerita Priyo kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (8/12).

Priyo Budi Santoso (Foto: Dok. ICMI)
zoom-in-whitePerbesar
Priyo Budi Santoso (Foto: Dok. ICMI)

Mantan Wakil Ketua DPR itu mengatakan, sebelum bertemu Presiden Jokowi, dia sudah lebih dulu bertemu dengan BJ Habibie. Dalam pertemuan itu, Presiden RI ketiga itu menitipkan pesan untuk Golkar, khusunya Priyo.

"Intinya pesan Pak Habibie kepada saya, bagaimana menjaga suasana bahwa semua perubahan di Golkar termasuk tahapan nanti Munaslub, jangan sampai keluar dari mekanisme yang diatur. Beliau mewanti-wanti betul hal itu," ujar Priyo.

"Begitu ada yang keluar dari alur aturan itu dengan alasan apapun, itu akan membuat persoalan baru yang merugikan," imbuhnya.

Soal pencalonannya, Priyo mengatakan dia tidak ingin terburu-buru apalagi menggalang kekuatan secara terbuka. Priyo masih wait and see untuk menunggu momentum tepat mengumumkan diri sebagai calon ketua umum Golkar.

Pasalnya, ada beberapa tahapan atau ketentuan yang harus ditempuh DPP sesuai aturan. Pertama adalah rapat pleno DPP Partai Golkar, lalu Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk menentukan agenda Munaslub, terakhir baru Munaslub.

Jangan sampai hanya ada satu putra mahkota tunggal (calon ketum -red) di Golkar.

"Saya usulkan karena hari ini Munaslub agak setengah darurat, tidak perlu ada perubahan AD ART, agendanya tunggal saja hanya pemilihan ketua umum. Saya akan menghitung dan memastikan bahwa itu sesuai mekanisme," ucap Priyo.

"Setelah itu semua, saya akan cari waktu tepat menyatakan maju sebagai calon ketua umum," tutupnya.

Rapat DPD 1 Golkar (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rapat DPD 1 Golkar (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Sebelumnya, sebanyak 31 dari 34 DPD sudah menandatangani desakan Munaslub kepada DPP. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyatakan ada 6 bakal calon ketua umum Partai Golkar yang akan turun gelanggang dalam Munaslub 2018.

“Yang datang sama saya itu ada Pak Airlangga, Pak Idrus, Pak Aziz, Pak Priyo Budi Santoso, Pak Wisnu Suwardono, dan Mba Titiek (Titiek Soeharto). Kita ada pertemuan dan bicara sedikit,” kata Ical di kediamannya di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

“Jadi itu, ada 6 paling tidak yang sudah menyatakan untuk jadi calon ketua umum,” imbuh mantan Ketua Umum Golkar itu.