Pencarian populer

Teror Maut Setelah Presiden Afghanistan Umumkan Perundingan Damai

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bentuk tim runding untuk berdamai dengan Taliban. (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

Setidaknya 10 orang tewas dan 19 lainnya terluka setelah kelompok bersenjata menyerang kompleks perusahaan jasa keamanan multinasional Inggris, G4S, di Kabul, Afghanistan, Rabu (28/11). Teror tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ashraf Ghani mengumumkan perundingan damai dengan Taliban.

Insiden itu bermula saat sebuah mobil meledak di area luar kompleks perusahaan G4S di jalan utama yang mengarah menuju Kabul menuju Afghanistan Timur. Setelah itu, sekelompok pria bersenjata langsung menyeruak masuk ke dalam kompleks dan mulai menyerang.

Serangan terharap markas perusahaan keamanan terbesar di dunia itu langsung menegaskan kondisi Kabul yang tidak aman, terlepas dari upaya pemerintah untuk berdamai dengan Taliban. Perang pemerintah dengan Taliban tersebut sudah berlangsung sejak 17 tahun silam.

"Sangat disayangkan insiden ini terjadi. Namun, kejadian ini mendukung tekad kami untuk perdamaian," kata Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan, Hamdullah Mohib.

Militer Afghanistan berjaga di lokasi bom bunuh diri di ibu kota Kabul (12/11). (Foto: REUTERS/Omar Sobhani)

Taliban mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara utama gerilyawan, Zabihullah Mujahid, menyebut serangan itu merupakan balasan atas sejumlah korban yang ditimbulkan pasukan keamanan di provinsi-provinsi di selatan Helmand dan Kandahar.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih dilakukan dan belum bisa diketahui berapa jumlah korban yang pasti akibat insiden ini.

"Ada ledakan dan tepat setelah itu, seluruh jendela dan langit-langit ambruk menimpa anak-anak. Seluruh pintu hancur," kata Hafizullah yang membawa tiga orang korban anak-anak ke rumah sakit, dilansir Reuters, Kamis (29/11).

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Rabu (28/11) mengumumkan 12 orang yang menjadi tim perundingan perdamaian dengan kelompok Taliban. Pembentukan kelompok runding tersebut merupakan permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menginginkan agar Afghanistan dan Taliban kembali ke meja negosiasi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: