Pencarian populer
5 Desember 2018 19:08 WIB
0
0
Tim Jokowi: Kalau Demokrasi Mau Dipelihara, Prabowo Tak Boleh Memimpin
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding (kanan) bersama Koordinator Media Cemara Monang Sinaga. (Foto: Rafyq Alkandy/kumparan)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, angkat bicara terkait sikap Prabowo yang marah-marah kepada media. Ia mengatakan, kubunya berbeda dengan Prabowo yang justru mendorong kerja sama dengan insan pers demi tumbuhnya demokrasi.
"Bahwa sangat penting dan sangat bagus bagaimana kita sebenarnya justru mendorong dan bekerja sama dengan pers sebagi pilar demokrasi," kata Karding di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Agar demokrasi ini tumbuh berkualitas bukan memakinya bukan membencinya apalagi memarahinya. Itu tidak layak. Pak Jokowi adalah satu contoh demokrat sejati dia memberi kebebasan yang seluas-luasnya untuk acara aksi 212 itu

- Abdul Kadir Karding, Timses Jokowi-Ma'ruf -

Karding menilai latar belakang militer membuat Prabowo sulit mempraktikkan demokrasi, sehingga demi kebaikan masa depan Indonesia, Prabowo tidak boleh memimpin.
"Menurut saya pemimpin Indonesia ke depan, kalau demokrasi ini mau dipelihara tidak boleh orang-orang seperti Pak Prabowo," jelasnya.
Calon Presiden Nomor 02, Prabowo Subianto, saat hadiri acara Reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (2/12/2018). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sebaliknya, Karding berpandangan, kekesalan Prabowo terhadap media karena tak meliput akai Reuni 212 harus dijadikan Bawaslu sebagai indikasi awal bahwa acara tersebut mengandung unsur kampanye.
"Apa yang terjadi dengan Pak Prabowo ini harus dijadikan satu indikasi awal salah satu bukti oleh Bawaslu bahwa 212 itu mengandung unsur-unsur kampanye dan pencitraan diri," pungkas politikus PKB ini.
Massa Reuni 212 memadati Jalan Medan Barat, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Sebelumnya, saat memberikan sambutan di peringatan Hari Disabilitas Internasional, Prabowo mengkritik media-media di Indonesia. Prabowo geram lantaran Reuni 212 tak diliput secara luas oleh media-media nasional.
"Rakyat mau dibohongi otaknya dengan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya. Aku tiap hari ada 5-8 koran yang datang ke tempat saya. Saya mau lihat, bohong apalagi nih yang mereka cetak," kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).
Menurutnya 11 juta orang kumpul di Monas pada 212 tapi hampir semua media tidak meliput.
“Untuk apa wawancara saya, orang kemarin 11 juta kau bilang enggak ada orang,” kata Prabowo dengan nada tinggi kepada wartawan yang berniat mewawancarainya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: