Timses Jokowi-Ma'ruf Tantang Sandi Debat soal Ekonomi

28 Agustus 2018 20:12 WIB
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. (Foto:  Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
ADVERTISEMENT
Bakal pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kerap memainkan isu soal keterpurukan kondisi perekonomian Indonesia. Sandi juga sering menjual perihal harga bahan-bahan pokok yang tinggi terutama ke emak-emak, dan berjanji akan selesaikan permasalahan tersebut.
ADVERTISEMENT
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin membantah pernyataan Sandi yang sering menyebut harga kebutuhan pokok naik dan memberatkan para ibu rumah tangga. Bahkan, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menantang Sandi berdebat soal keberhasilan pemerintahan Jokowi, termasuk dari aspek ekonomi.
"Ayo kita debat sama Sandi soal kesuksesan. Kita siaplah debat sama Sandi, sama siapa pun," ujar Karding di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).
Sandiaga Uno di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Karding justru mempertanyakan indikator yang digunakan Sandi, sehingga mengatakan ekonomi Indonesia saat ini terpuruk. Serta, dari sisi apa dia melihat masyarakat sedang dalam kondisi sulit. Ia meminta Sandi menjelaskannya berbasis data.
"Dari ukuran mana ekonomi dinyatakan terpuruk. Dari ukuran mana masyarakat susah. Ngomong pakai data, jangan pakai simbol, enggak boleh," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Soal harga-harga kebutuhan pokok yang naik di Jakarta, Karding menilai tak ada hubungannya dengan Jokowi. Justru ia menilai permasalahan itu menjadi tanggung jawab Sandi yang saat itu sebagai pemimpin Jakarta bersama Anies Baswedan. Ia berharap Sandi tak melempar masalah tersebut ke Jokowi.
"Di pasar Jakarta itu yang tanggung jawab Gubernur Jakarta sama Wakil Gubernur Jakarta. Tim pengendali inflasi itu bukan Presiden, itu urusannya sama Sandi," ucap Karding.
"Jangan buang masalah ke orang yang tidak membidangi langsung. Saya bilang, teman-teman di sana itu masih jargon, masih isu. Masa masyarakat mau dikasih makan isu. Enggak kenyang-kenyang," tutupnya.