Timses Jokowi Tanggapi Survei LSI Pascadebat: Publik Suka Apa Adanya

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pascadebat perdana 17 Januari lalu, yang menempatkan Jokowi unggul dari Prabowo.
Ace menilai, survei LSI itu membuktikan pascadebat pilpres pertama pasangan Jokowi-Ma'ruf lebih banyak mendapatkan dampak positif elektroral.
"Indikatornya sangat jelas bahwa Jokowi-Ma'ruf tampil lugas tanpa polesan berlebihan baik sisi penampilan maupun konten," kata Ace dalam keterangan tertulisnya yang diterima kumparan, Rabu (30/1).
"Publik lebih menyukai hal-hal seperti ini, apa adanya dan tidak dibuat-buat," tambahnya.
Ace menjelaskan, gaya komunikasi sederhana Jokowi dan Ma'ruf Amin tersebut satu frekuensi dengan rakyat banyak. Oleh karenanya, Jokowi masih mendapatkan trust yang tinggi dari publik karena basis debatnya adalah kinerja Jokowi selama menjadi presiden.
"Jokowi tampil apa adanya pada debat capres pertama, tidak terlalu banyak polesan dan mampu tampil menjadi dirinya sendiri," ucap Ace.
Ace juga menganggap survei LSI menjadi bukti soal kritik terhadap Jokowi yang membaca teks tidak terlalu dihiraukan publik. Sebab, menurut Ace, di situlah letak kejujuran Jokowi dengan tidak menutup-nutupi.
"Narasi yang diapakai juga adalah narasi keseharian yang mudah dimengerti oleh rakyat kebanyakan. Wajar bila dampak positif elektoral pascadebat lebih banyak untuk Jokowi-Ma'ruf," komentar politikus Golkar itu.
Sebelumnya, Lembaga survei LSI Denny JA merilis respons publik terhadap debat perdana Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Januari lalu. Dari survei tersebut, terdapat 50,6 persen responden yang menonton acara debat, dan 46,7 persen lainnya memilih untuk tidak menonton.
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut ada 50 persen responden yang merupakan penonton debat menilai Jokowi-Ma'ruf unggul di debat pertama. Sedangkan, 35,4 persen lainnya lebih mengunggulkan Prabowo-Sandi.
"Ketika kita tanya yang menang, kecenderungan mengikuti elektabilitas. Jokowi-Ma'ruf 50 persen, Prabowo-Sandi 35,4 persen, tidak memutuskan 14,6 persen," kata Adjie di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (30/1).
