Topan Hagibis Tewaskan 18 Orang, Jepang Kerahkan Tentara

Pemerintah Jepang mengerahkan ribuan tentara ke wilayah-wilayah terparah dihantam topan Hagibis. Sejauh ini, topan terkuat sejak 60 tahun lalu itu telah menewaskan 18 orang di Jepang, 13 lainnya dilaporkan hilang.
Diberitakan Reuters, Minggu (13/10), Hagibis yang menghantam pulau utama Jepang pada Sabtu (12/10) membuat banyak wilayah kebanjiran. Setengah juta rumah mati listrik, dan jutaan warga terpaksa mengungsi.
Dalam berbagai foto yang tersebar, banjir sampai ke atap rumah. Tim penyelamat harus menggunakan perahu karet atau helikopter untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka.
Pemerintah Jepang dalam pernyataannya mengatakan, mengerahkan 27 ribu tentara untuk membantu pemadam, polisi, dan petugas penjaga pantai dalam mengevakuasi warga di prefektur Nagano dan tempat lainnya.
Belum diketahui berapa kerugian yang diderita karena sampai saat ini air belum surut di beberapa tempat.
Topan Hagibis atau "kencang" dalam bahasa tagalog Filipina ini berkurang kekuatannya pada Minggu pagi di Tokyo dan diperkirakan akan berlalu ke lautan pada Minggu malam setelah melewati pulau Hokkaido.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menggelar rapat darurat dengan para menteri dan mengirim pejabat tingginya ke lokasi bencana. Dia menyampaikan belasungkawa kepada para korban topan. Dia juga berjanji akan segera mengembalikan listrik yang padam akibat topan.
