Pencarian populer

TPU Joglo Penuh, Jenazah Baru Numpang Dikubur di Makam Kerabat

Tempat Pemakaman Muslim di TPU Joglo. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

Persoalan langkanya lahan kosong di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta bukanlah cerita baru. Di Jakarta Barat misalnya, TPU Joglo sudah tak memiliki lahan kosong untuk membuat pemakamam baru.

Hal itu menyebabkan TPU terbesar kedua di Jakarta Barat ini biasanya mengalihkan permintaan makam ke TPU Tegal Alur.

Namun bila masih ada masyarakat yang ingin memakamkan keluarganya di TPU seluas 7,2 hektare ini, maka pemakaman tetap bisa dilakukan, namun jenazah baru ditumpangkan ke malam keluarga lain yang sudah lebih dulu dimakamkan di TPU Joglo.

Tempat Pemakaman Umum Joglo di Jakarta Barat. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

“Kalau ada lagi di sini kita tumpang, tumpang ya buat pihak keluarga yang bersangkutan. Jadi tumpang itu juga harus persetujuan dari pihak keluarga dan harus ada surat pernyataan,” ujar kepala pengawas TPU Joglo, Irvin Tangi Maeru, pada kumparan di TPU Joglo, Jumat (13/7).

Irvin menjelaskan, penumpangan jenazah ke makam saudaranya juga mempunyai proses yang cukup panjang. Karena memerlukan persetujuan dari ahli waris jenazah yang akan ditumpangkan.

“Tumpang ya mereka datang kemari bawa surat asli yang pertama. Surat pernyataan ahli waris dari yang mau ditumpang dan semua harus disetujui supaya enggak ada tuntutan. Misalkan ada salah satu anak enggak setuju biar kita enggak ada tuntutan yang bersangkutan,” jelas Irvin.

Pilihan lain, tentu saja dengan mengalihkannya ke TPU Tegal Alur, karena di sana masih terdapat lahan kosong.

Tak Ada Jenazah yang Dikeluarkan

Tempat pemakaman Kristen di TPU Joglo. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

Akibat habisnya lahan pemakaman, ada yang beranggapan bila untuk mengosongkan lahan maka harus ada makam yang dibongkar atau dikosongkan.

Pihak TPU Joglo menyangkal dan mengatakan bahwa semua pengangkatan kerangka dan pengosongan makam selalu harus mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

Irvin menjelaskan yang terjadi adalah adanya permintaan dari keluarga untuk pengangkatan kerangka kepada pihak TPU untuk dipindahkan. Setelah itu baru lahannya bisa digunakan untuk makam yang baru.

“Kalau gini sih biasanya non-muslim kan angkat kerangka, dan kalau sudah kosong, itu boleh dipakai. Kalau muslim juga angkat kerangka mau dibawa ke kampung halaman baru bisa dipakai lagi,” ungkap Irvin.

Namun permintaan seperti itu jarang terjadi di TPU Joglo.

“Enggak selalu, kadang-kadang saja. Kalau bisa mereka ingin di kampung bareng-bareng di makam keluarganya dibawa ke sana. Tapi intinya sudah enggak ada makam baru di sini, sudah penuh,” tutur Irvin.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63