Tsamara usai Bertemu Perwakilan Dubes Rusia: Ini Bukan PSI vs Rusia

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany bersama Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengundang perwakilan Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Drobyshevskiy untuk berdiskusi.
Ditemui usai acara, Raja Juli mengatakan, pertemuan itu untuk mengklarifikasi terkait pernyataan Tsamara yang menyinggung pemerintahan Rusia. Menurutnya polemik itu berawal dari cuitan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang membandingkan Presiden Rusia Putin dengan Presiden Joko Widodo.
“Pada intinya ini bukan PSI versus Rusia. Ini adalah soal PSI dengan Wakil Ketua Gerindra Pak Fadli Zon yang itu kira-kira menggunakan seorang pemimpin asing dalam hal ini Presiden Putin untuk menandemkan Presiden Joko Widodo,” ujar Raja Juli dalam konferensi pers di DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).
Menurutnya, pertemuan berlangsung dengan baik lancar. Ia juga berharap ke depan bisa menggelar diskusi umum tentang sistem pemerintahan di Rusia.
“Ini tadi clear semua ya pertemuannya baik, bersahabat. Sekali lagi terima kasih Sergy for coming. Dan kami berharap beberapa saat ke depan mungkin kita bisa adakan semacam public lecture mungkin dari kedubes atau apa untuk menjelaskan tentang Rusia di Indonesia, posisi kerja sama Indonesia-Rusia,” jelas Raja Juli.
Sementara itu, Tsamara mengatakan bahwa cuitannya di Twitter yang kontroversial itu untuk menjawab pernyataan Fadli Zon yang ingin berdebat dengan seluruh pengurus PSI.
“Ini bukan PSI vs Rusia ini adalah urusan PSI yang menjawab tantangan Wakil Ketua Umum Gerindra Bapak Fadli Zon, yang ingin berdebat dengan seluruh pengurus PSI dengan begitu saya ingin menyatakan bahwa kalau berdebat ya kita berdebatnya berdua jangan seluruh pengurus PSI,” ujarnya.
Ia menegaskan, komentarnya tentang Rusia saat itu adalah untuk menjawab pernyataan Fadli Zon, bukan untuk mengomentari pemerintahan Rusia.
“Jadi ini urusan politik domestik tidak ada kaitannya dengan kerja sama antara Indonesia dengan Rusia atau PSI dengan Rusia,” tambah Tsamara.

Sementara itu perwakilan kedubes Rusia, Sergey, memahami bahwa polemik itu hanya perkara salah paham. Oleh karena itu ia tidak ingin ikut campur dengan masalah yang terjadi antara PSI dengan Fadli Zon.
“Menurut saya, saya tidak mau buat komentar-komentar politik dalam Indonesia, seperti Tsamara sudah bilang ini kan soal permainan kata PSI sama Gerindra. Jadi pasti bahwa nama presiden aku sangat dieksploitasi bukan hanya di Indonesia, tapi di negara-negara lain,” ujarnya.
Isu Tsamara dengan Rusia bermula dari sanggahannya terkait cuitan Fadli Zon yang menyatakan Indonesia butuh pemimpin seperti Presiden Rusia Vladmir Putin jika ingin bangkit. Pernyataan itu disanggah oleh Tsamara menurutnya sosok Putin bukan pemimpin yang tepat bagi Indonesia.
Tsamara juga sempat menyinggung kondisi pemerintahan di Rusia. Menurutnya, Putin merupakan pemimpin yang tak demokratis dan membiarkan korupsi terjadi di negaranya.
