UGM Perkenalkan Belis untuk Bantu Ringankan Tukang Becak

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Becak listrik untuk ringankan beban tukang becak yang diperkenalkan oleh UGM. (Foto: Dok. Humas UGM)
zoom-in-whitePerbesar
Becak listrik untuk ringankan beban tukang becak yang diperkenalkan oleh UGM. (Foto: Dok. Humas UGM)

Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEKP) dan Inovation Center for Automatic (ICA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan Becak Listrik atau disingkat Belis. Inovasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban tukang becak.

Dalam kesempatan tersebut UGM juga turut memberikan sebanyak 12 becak listrik kepada tukang becak yang berada di sekitar kampus UGM.

Peneliti PSEKP UGM, Dr. Fahmy Radhi, dalam keterangannya mengatakan pada era kekinian, pemanfaatan tenaga manusia dinilai sudah tidak manusiawi lagi. Adanya becak listrik juga diharapkan membuat tukang becak semakin mampu meningkatkan jasa layanannya.

“Peluncuran becak listrik ini sebagai upaya membantu tukang becak agar mampu meningkatkan jasa layanannya,” ujar Fahmy dalam rilis yang diterima kumparan, Kamis (20/12).

“Tujuannya adalah untuk memanusiakan para tukang becak,” ujarnya.

Tidak hanya persoalan kemanusiaan saja, dengan teknologi ini diharapkan juga menekan penggunaan energi fosil seperti yang ada di kendaraan motor. Energi listrik sejauh ini masih lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan motor.

“Ke depan kami bercita-cita bisa mengembangkan 100 becak listrik, lalu menjadi 1.000 hingga 1 juta becak listrik untuk tukang becak di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Kepala ICA UGM Dr. Jayan Sentanuhady mengatakan, Belis merupakan pengembangan keenam dari sejak awal riset di tahun 2016. Belis berspesifikasi motor listrik 48 Volt, dengan tenaga aki 48 Volt 12 Ah, dan daya 1.500 Watt. Pengisian daya listrik juga relatif singkat yaitu 3-4 jam melalui charger colokan listrik.

“Sekali charging bisa digunakan untuk menempuh jarak 30-35 km. Nanti akan (dikembangkan) ada option bantuan tenaga 30%, 60%, dan 90%, dengan teknologi pedal assist,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Belis, Sutaryo, menjelaskan saat ini telah ada 12 orang yang mendapatkan becak listrik di tahap pertama.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami,” tuturnya.