Wacana Pemindahan Ibu Kota Jangan Hanya Jadi Agenda Elite

Wacana pemindahan Ibu Kota kembali bergulir. Kali ini, Predisen Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut buka suara. Bahkan, sudah ada 3 daerah yang menjadi kandidat untuk Ibu Kota baru.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika nengatakan, pemindahan Ibu Kota harus betul-betul menjadi agenda seluruh pihak. Jangan sampai pemindahan Ibu Kota hanya menjadi agenda elite.
"Nah selebihnya adalah ini (pemindahan Ibu Kota) tidak boleh menjadi agenda elite saja. Ini tidak boleh hanya menjadi hasrat dari kelompok tertentu saja, tapi ini merupakan pantulan dari aspirasi semua pihak dan mereka diharapkan terlibat dalam jenjang pengambilan keputusan," ujar Ahmad dalam diskusi tentang pemindahan Ibu Kota di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/5).
Dengan menjadikan pemindahan Ibu Kota sebagai agenda yang matang dan dijalankan bersama, maka implementasinya dapat berjalan dengan lancar. Hal ini demi memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia.
"Sehingga nantinya ketika ini betul-betul menjadi keputusan nasional maka seluruh pihak tadi itu memiliki gerak yang sama. Memastikan bahwa Ini semua adalah kepentingan nasional dan merupakan arah kedepan pembangunan Indonesia untuk lebih memperdalam kualitas kehidupan," tuturnya.
Dia menyebut, pembahasan soal pemindahan Ibu Kota ini sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Pemerintah juga sudah melakukan pendalaman terkait pemindahan Ibu Kota ini dari segala aspek.
"Sudah pernah dibahas secara serius mengenai rencana untuk pemindahan Ibu Kota dan itu mendapatkan tanggapan yang luar biasa dari publik. Kemudian saat itu presiden memberikan penugasan kepada Bappenas untuk melakukan kajian," jelasnya.
"Dengan tentu saja sangat serius mempertimbangkan sekian banyak aspek. Yang ketika itu nanti sudah jadi, itu memberikan gambaran yang utuh mengenai rencana pemindahan ibu kota ini. Dari aspek sosial, politik, budaya, ekonomi dan seterusnya. Saya kira setelah kurang lebih 1 tahu ini Bappenas sekarang sudah memiliki hasil kajian tadi itu yang memadai," lanjutnya.
Seperti diketahui, sebelumnya baik Jokowi maupun JK membenarkan tentang rencana pemindahan Ibu Kota ke luar Jawa. Bahkan, Jokowi sudah menyebut 3 wilayah yang dipertimbangkan sebagai Ibu Kota baru.
Tiga kandidat wilayah yang disebut Jokowi yaitu berada di Pulau Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Ketiganya masih dalam pembahasan bersama untuk dipertimbangkan secara matang terkait kecocokan segala aspeknya sebagai Ibu Kota negara.
"Bisa di Sumatera tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi agak tengah tapi di barat juga kurang. Di Kalimantan kok di tengah- tengah. Kira-kira itulah," kata Jokowi usai makan siang bersama para buruh pabrik sepatu di Kelurahan Telagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (30/4).
"Ada 3 kandidat tapi memang belum diputuskan kita harus cek dong secara detail," imbuhnya.
