kumparan
9 Sep 2019 18:26 WIB

Wiranto: Ada Hasutan Agar Mahasiswa Eksodus Kembali ke Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Menkopolhukam Wiranto menyebut ada hasutan kepada mahasiswa Papua di berbagai daerah agar mereka kembali ke Papua dan Papua Barat. Ia mengatakan, setidaknya ada 835 mahasiswa Papua yang mendapatkan informasi bahwa keselamatannya terancam dan harus kembali ke Papua.
ADVERTISEMENT
"Tetapi kembali tadi bahwa ini juga akibat adanya provokasi, akibat adanya informasi yang tidak benar. Ada informasi bahwa (jika) mereka tetap belajar di tempat mereka belajar, apakah di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan sebagainya akan ada tekanan, akan ada ancaman keselamatan, keselamatan tidak terjamin karena kemungkinan ada balas dendam. Itu kabar burung, itu hoaks. Itu hasutan provokasi,” tegas Wiranto di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9).
Namun setelah Panglima TNI bertemu dengan mahasiswa yang telah terlanjur pulang ke Papua dan Papua Barat, para mahasiswa mengaku ingin kembali ke tempat mereka belajar. Sebab informasi yang mereka dapatkan sama sekali tidak benar.
Menkopolhukam Wiranto memimpin rapat koordinasi terkait situasi terkini Papua di Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Senin (9/9/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Tapi Panglima TNI bertemu dengan mereka, dengan anak, orang tua mereka ternyata setelah kembali ke sana melihat Jayapura kok masih terang benderang, enggak ada masalah. Mereka nyesel dan kemudian ingin kembali ke daerah mereka, tempat mereka belajar semula," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya karena hoaks dan hasutan, rupanya Majelis Rakyat Papua (MPR) juga pernah mengeluarkan imbauan pada 23 Agustus yang meminta para mahasiswa untuk kembali ke Papua dan Papua Barat. Namun hari ini, MRP meminta mahasiswa Papua untuk meneruskan studinya di tempatnya masing-masing.
"Tapi yang menarik adalah 9 September ini, tadi Majelis Rakyat Papua (MRP) memberikan seruan kepada mahasiswa Papua di semua kota studi di wilayah NKRI untuk tetap melanjutkan studi. Yang belum kembali jangan kembali, yang sudah kembali ke Papua - Papua Barat balik lagi untuk melanjutkan studi mereka," ungkapnya.
Aliansi Mahasiswa Papua Se-Jabodetabek menggelar aksi damai di Gedung Juang 45, Jumat (6/9). Foto: Dwi/Kumparan
Untuk membantu transportasi para mahasiswa, TNI pun telah menyediakan dua pesawat Hercules C130 untuk mengangkut para mahasiswa kembali ke tempat studinya.
ADVERTISEMENT
"Ini kan sebenarnya merugikan kita. Belajar itu kan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, belajar untuk bisa mencerdaskan anak-anak kita Papua - Papua Barat untuk belajar di tempat lain, bisa bersosialisasi dengan teman-teman suku-suku lain sehingga perasaan bersatunya kita sebagai bangsa Indonesia itu utuh kan," tuturnya.
Untuk menjaga keselamatan para mahasiswa, Wiranto meminta Polri dan TNI untuk ikut mengawasi mereka. Salah satu caranya adalah dengan aktif berkomunikasi dengan mereka.
"Tapi ada yang mencoba memecah belah lagi dan kita bersyukur yang eksodus ini sudah berhenti. Sekarang justru kita ingin mengembalikan mereka untuk studi dan sudah dirancang nanti anak-anak kita, adik-adik kita yang belajar di kota-kota di seluruh Indonesia itu akan ada," tutur dia.
ADVERTISEMENT
"Kita anjurkan dari pejabat kepolisian, TNI, nanti punya anak asuhlah ya istilahnya. Ikut mengawasi, ikut merawat, punya hubungan telepon dengan mereka sehingga anak-anak, adik-adik kita merasa nyaman di mana pun mereka ada," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·