Wiranto Tolak Ide TPF Kecurangan Pemilu: Untuk Apa? Sudah Ada Wasit

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus . Foto: ANTARA FOTO/Renald Ghifari
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus . Foto: ANTARA FOTO/Renald Ghifari

Sejumlah pihak menilai banyak kecurangan yang terjadi di Pemilu 2019. Bahkan, ada pula yang ingin membuat tim independen semacam pencari fakta untuk mengungkap hal ini.

Namun, Menkopolhukam Wiranto menilai, langkah itu tak perlu dilakukan. Sebab, lembaga di Indonesia sudah sangat lengkap termasuk menangani semua masalah yang terjadi di Pemilu.

“Kita enggak boleh duplikasi. Ada hukum yang sudah mengatur bahwa segala masalah pemilu, sudah ada yang menangani satu badan resmi yang memang sudah ditentukan sebagai badan yang menyelesaikan masalah-masalah pemilu. Ya untuk apa lagi badan-badan lain, harus percaya dong,” ungkap Wiranto usai rakor tingkat menteri di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (29/4).

Warga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Wiranto mengatakan, jika memang ada dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu, hal itu mesti diproses di Bawaslu selaku badan pengawasan, bukannya langsung mengklaim sepihak soal adanya kecurangan.

“Ya kecurangan kan sudah ada wadahnya ya. Jadi enggak bisa kemudian mengklaim ya kecurangan itu suatu kebenaran. Ada wasitnya di sini,” ucap dia.

“Ada Gakkumdu kalau kecurangan itu terjadi di daerah. Kalau kecurangan terjadi di beberapa daerah kemudian perlu diselesaikan, ada Bawaslu. Kalau menyangkut selisih suara yang cukup signifikan, ada MK. Kan begitu. Lalu untuk apa?” ujar Wiranto.

embed from external kumparan

Ibarat permainan bola, katanya, setiap pemain semestinya mempercayai dan kemudian menghargai keputusan wasit yang ditunjuk.

“Kalau kita (dalam) sepak bola, ada wasit, ada penjaga garis. Percaya pada wasit itu, enggak kemudian mencari wasit yang lain,” kata Wiranto.

“Pemilu yang sudah dilaksanakan secara nasional, serentak, direncanakan dengan baik, terlaksana dengan baik, enggak bisa kemudian mengklaim sendiri, menghitung sendiri, mengklaim sendiri,” imbuh dia.