kumparan
11 Mar 2019 16:52 WIB

Agar Jas Hujan Motor Tak Gampang Merembes

Ilustrasi jas hujan ponco Foto: Shutter Stock
Jas hujan menjadi andalan pemotor. Selain anjuran mengenakan model two pieces, perlengkapan yang satu ini juga perlu penangan khusus agar tak mudah rusak.
ADVERTISEMENT
Umumnya, jas hujan terbuat dari bahan yang anti air atau waterproof untuk melindungi baju dan barang-barang agar tak basah.
Foto kombo pengendara motor mengenakan jas hujan saat berkendaraan melintasi guyuran hujan. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Bila malas merawat, umur jas hujan tentu akan lebih pendek. Atau bisa jadi perlengkapan berkendara ini bisa mudah merembes akibat salah penanganan.
Mengutip laman EMS, kunci merawat jas hujan adalah dengan membersihkan kotoran yang menempel setelah pemakaian. Hindari langsung melipat jas hujan dalam kondisi basah untuk menghindari timbulnya bau tak sedap dan jamur.
"Kalau habis dipakai jangan langsung dilipat dalam keadaan basah, bisa bau nanti sama ngerembes," kata Udin, salah satu tenaga penjual Planet Costum di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Melipat jas hujan Foto: Aditya Niagara
Adapun, membersihkan jas hujan bisa dilakukan dengan mengguyurnya menggunakan air bersih atau sekadar mengelap dengan kain yang sudah dibasahi dengan air bersih.
ADVERTISEMENT
Saat menjemur, pastikan jas hujan tidak terkena matahari langsung. Sangat disarankan menjemurnya di tempat yang teduh dengan cara dibentangkan agar proses pengeringan jas hujan dapat merata.
Ketika membersihkan jas hujan pun tak boleh menggunakan deterjen. Sebab, cairan itu berpotensi bahan pelapis pada permukaan jas hujan bisa terkikis dan membuat kemampuan anti airnya berkurang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan