Pencarian populer

Ingat, Adanya Fitur Rem ABS Bukan Jaminan Aman dari Tabrakan Beruntun

Kecelakaan beruntun di Bogor. (Foto: Dok. Polres Bogor Kota)

Jalan tol dan jalan protokol yang sepi atau bahkan ramai lancar terkadang membuai pengendara dan nekat memacu kendaraan. Alih-alih ingin cepat sampai, perilaku tersebut justru awal dari munculnya tabrakan beruntun.

Selain kecepatan tinggi dan jarak yang terlalu rapat antar mobil, minimnya penguasaan teknik pengereman diduga menjadi faktor banyaknya tabrakan beruntun. sehingga tidak ada cara lain untuk menghindarinya dengan pengereman mendadak.

Menurut Senior Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pengemudi harus jeli memprediksi situasi sekitar saat melakukan pengereman mendadak (emergency braking) untuk menghindari tabrakan, meski pola emergency braking sangat tidak dianjurkan karena memiliki potensi kecelakaan yang besar.

"Kalau bicara emergency braking itu gimana caranya kita mengerem pada waktu yang pas, tanpa terjadi kecelakaan dengan ujungnya kita harus berpikir kita harus menghindar, sehingga waktu kita ngerem kita ngeliat sekeliling kendaraan," jelas Sony saat ditemui beberapa waktu lalu.

Fitur Rem ABS Bukan Jaminan

Sony melanjutkan, cara terbaik untuk melakukan pengereman mendadak adalah memanfaatkan momentum yang diberikan fitur keselamatan berupa anti-lock braking system (ABS) dan electronic brake-force distribution (EBD).

Ilustrasi Belajar Mengemudi (Foto: pexels.com)

"Pedal diinjak sedalam dalamnya, kalau teknologi canggih (ABS dan EBD) juga kita enggak bisa ngandelin sepenuhnya, tetep aja peluangnya 50:50. Teknologi hanya membantu kita mengurangi cedera saja, caranya dengan memanfaatkan momentum, diciptakannya ABS dan EBD supaya kita dapat menghindar dengan aman," tambahnya.

Teknik Rem Mendadak Tanpa ABS dan EBD

Bagaimana dengan mobil yang belum dilengkapi ABS dan EBD? Sony menjelaskan untuk tetap tidak panik dan mengerem secara bertahap.

"Mobil tanpa teknologi itu ada teknik pulse dan threshold, threshold enggak akan bisa dilakukan bila panik, jadi harus pulse pelan-pelan secara bertahap 'tap tap tap'," ujarnya.

Selain itu manfaatkan spion samping dan tengah untuk tetap memperhatikan keadaan sekitar sehingga dapat membantu keputusan ke arah mana sebaiknya menghindar, juga pertahankan setir tetap terkendali dalam artian jangan sampai terbuang alias banting setir. Apabila setir sampai terbuang dampaknya akan terjadi selip dan yawing (gejala mobil berputar) sehingga mobil sulit untuk dikendalikan.

Terakhir Sony berpesan untuk tetap menjaga jarak aman dengan mobil di depannya, sehingga saat melakukan rem mendadak, kita dapat mengantisipasi juga memberitahukan keadaan pada mobil di belakang.

Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.41