Jaga Kualitas, Produksi Wuling Cortez dan Confero Dibantu Robot

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wuling Confero S (Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Confero S (Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparanOTO)

PT SGMW Motor Indonesia atau Wuling Motor menjadi salah satu pabrikan kendaraan roda empat asal China yang mencoba peruntungan di industri otomotif Tanah Air.

Sebagai pendatang baru asal China, Wuling tak mau ambil pusing dengan stigma buruk masyarakat yang masih melekat di produk-produk China. Mereka pun fokus untuk membuktikan kualitas lewat dua produknya, Confero dan Cortez.

kumparanOTO mendapat kesempatan untuk main dan melihat secara langsung bagaimana proses produksi dari pembuatan mobil Wuling.

Senior Director Manufacture PT SGMW, Arif Pramadana menjelaskan, pabrik mereka yang berdiri di atas tanah seluas 60 hektare ini menjadi basis dari lahirnya mobil yang mengisi segmen multi-purpose vehicle (MPV).

Guna mengejar kualitas, pabrik Wuling Motors mengaplikasikan apa yang mereka sebut dengan Global Manufacturing System (GMS)---sebuah sistem yang dipakai pabrik General Motors di seluruh dunia.

"Sebelum sampai pada akhirnya mobil itu jadi, ada empat proses yang harus dilewati mobil. Dari mulai yang lempengan-lempengan baja untuk bodinya, sampai pada akhirnya bisa jadi mobil," kata Arif saat menemani Media Plant Visit di pabrik Wuling, Cikarang, Jawa Barat (9/5).

Lebih lanjut, Arief menjelaskan empat tahapan yang harus dilewati mobil Wuling sampai akhirnya bisa dijual ke konsumen.

1. Press Shop

Tahap ini menjadi tahap yang paling dasar. Fasilitas ini mengandalkan empat buah alat atau mesin stamping yang memiliki daya tekan tinggi. Pada bagian ini mesin-mesin tersebut akan membentuk atau mencetak lempengan-lembengan baja yang mereka impor dari China yang nantinya akan menjadi bodi mobil.

Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)

"Untuk steel material (lempengan baja) itu masih kami impor dari China, dari lembaran steel itu nantinya dibentuk pakai 4 alat press bertekanan tinggi. Yang satu 2.200 ton, sisanya 1.000 ton. Itu untuk memebentuk seperti bagian pintu, kap mobil, bagian atas atau upper, dan lantai-lantai," jelas Arif.

Masih di bagian Press Shop, komponen-komponen yang sudah jadi kemudian masuk ke bagian inspeksi, yang mengecek keseluruhan komponen untuk menghindari adanya defect atau cacat produk.

2. Body Shop

Lanjut ke tahap kedua, seluruh komponen bakal mobil Confero dan Cortez yang lolos di tahap pertama, akan langsung di transfer ke tahap Body Shop.

Body Shop menjadi tempat di mana lempengan-lempengan yang sudah dibentuk di Press Shop dan lolos ke tahap inspeksi disatukan bagian per bagiannya. Di tempat ini, sudah mulai terlihat bakal bentuk dari seunit mobil Wuling.

Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)

Untuk melancarkan setiap prosesnya, ada sekitar delapan robot yang ditugaskan. Di mana untuk memasang setiap bagiannya, ada beberapa stasiun produksi yang sudah diatur untuk menjalankan fungsinya masing.

"Untuk pengelasan bagian bodinya, ada beberapa station untuk menyatukan part-part-nya. Setiap station biasanya hanya butuh waktu sekitar empat menit untuk memasangnya," kata Arif.

Setelah rangka-rangka sudah menjadi bodi yang utuh, mereka menyebutnya dengan istilah body in white alias bodi yang belum memiliki warna.

3. Paint Shop

Berdasarkan pemaparan Deni, tahapan ini menjadi tahapan yang ekstra sulit dalam memproduksi Mobil-mobil Wuling.

"Sebenarnya kalau bicara soal sulit, itu ya bagian painting, bagian ini tidak membutuhkan orang banyak untuk mengerjakannya, tapi untuk pengecatan warna itu cukup sulit dan krusial. Untuk menghasilkan warna mobil yang sempurna, itu harus didukung sama kondisi dan orangnya yang yang harus teliti, jangan sampai setelah di-coating itu ada kerusakan-kerusakan catnya. Jadi ini semua harus benar-benar dikontrol," imbuhnya.

Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)

Dan setelah seluruh bodi-bodi mobil ini dicat dan sudah sepenuhnya berwarna, mobil-mobil ini langsung dibawa ke tahapan selanjutnya.

4. General Asembly

Pada tahapan ini adalah tahap penyempurnaan mobil. Di tahap ini seluruh komponen pendukung mobil mulai dipasangkan. Mulai dari bagian kelistrikan yang dipasangkan di bagian lantai mobil, seluruh bagian-bagian interior seperti jok, steer, tak ketinggalan bagian jantung mekanis.

"General Assembly adalah proses menuju tahap akhir," ungkapnya.

Di bagian ini juga, seluruh komponen pendukung eksterior seperti wiper, ban, lampu-lampu ikut dipasangkan.

Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Wuling Confero dan Cortez (Foto: dok. Wuling)

Setelah mobil sudah jadi seutuhnya, serangkaian tes mereka lakukan, mulai dari uji kebocoran, ketahanan mobil, uji jalan, dan juga uji jalan. Pengetesan ini merupakan ftahapan akhir sebelum akhirnya pabrikan mendistribusikan seluruh unit yang diproduksinya ke diler-diler resmi Wuling Motor.

Diakui Arif, hingga saat ini pabrik Wuling mampu mencetak sebanyak 15 mobil per jam atau sekitar 4 menit untuk satu unit mobil.

Sementara itu, pabrik Wuling ini punya kapasitas produksi sebesar 120.000 unit per tahun, dan baru digunakan untuk memproduksi sekitar 2.300 unit setiap bulannya dengan komposisi 50:50 untuk Confero dan Cortez.