kumparan
27 Nov 2018 11:18 WIB

Jangan Asal Semprot Carbon Cleaner untuk Bersihkan Kerak Piston Motor

Ilustrasi kelengkapan pengendara sepeda motor (Foto: dok. Motosport)
Salah satu penyebab tarikan tenaga motor terasa berat dan mulai boros bisa jadi karena banyaknya kerak yang menempel di ruang bakar. Kerak tersebut timbul akibat kandungan timbal yang ada pada bahan bakar saat terjadi proses pembakaran.
ADVERTISEMENT
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk membersihkannya. Pertama dengan menyemprotkan cairan pembersih melalui lubang busi, kedua dengan membongkar blok mesin dan bersihkan segala kerak atau kotoran yang menempel pada piston maupun dinding silinder.
Ilustrasi blok mesin motor yang dibongkar (Foto: dok. Xjrider)
Cara yang pertama biasa dilakukan untuk membersihkan kerak yang tipis, bukan untuk kerak piston yang sudah membandel dan kotorannya tebal.
Technical Training PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno menjelaskan, sebaiknya hindari membersihkan kerak pada piston yang membandel dengan hanya menyemprotkan cairan pembersih.
"Lebih baik kalau belum banyak keraknya bisa dengan cairan carbon cleaner tapi enggak bersih total dan harus bertahap," buka Endro saat berbincang dengan kumparanOTO, Senin (26/11).
Ilustrasi piston yang berkerak (Foto: dok. Motorcyclezombies)
"Kalau piston banyak keraknya dan dibersihkan dengan cairan itu, kerak akan rontok dan tidak ikut keluar dari ruang bakar. Akibatnya kerak akan mengumpul di atas piston dan mengganjal piston pada saat piston bergerak ke atas, bisa-bisa setang seher patah atau klep bengkok," tambahnya lagi.
ADVERTISEMENT
Menurutnya gejala ruang bakar yang kotor akibat kerak selain tarikan menjadi berat dan boros bensin, juga keluar asap hitam atau kecoklatan.
Guna menghindari timbulnya kerak berlebih pada ruang bakar, Juki, penggawa R59 Matic Shop menganjurkan untuk rutin ganti oli sesuai jadwal dan hindari penggunaan bahan bakar yang berkualitas rendah.
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU. (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/ kumparan)
"Cara mengurangi kerak di piston itu rutin ganti oli, pakai oli yang bagus sama pakai bahan bakar minimal RON 95," imbuh Juki.
Namun baik Endro maupun Juki tidak membuat patokan kapan ruang bakar termasuk piston harus dibersihkan. Pada buku servis pun tidak dicantumkan interval pembersihan ruang bakar.
"Tergantung pemakaian dan balik lagi sama perilaku pemilik motor (menggunakan bensin yang punya kandungan timbal banyak), ada yang setahun dua kali, ada yang setahun bisa tiga kali kalau jarak tempuhnya jauh-jauh," pungkas Juki.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan